Teknologi Edukatif: Pemrograman Bak Sampah Otomatis dan Interaktif oleh Mahasiswa KKN-T Undip

banner 468x60

Portalika.com [PEMALANG] – Pengolahan sampah telah lama menjadi salah satu permasalahan utama di berbagai daerah, baik di pedesaan maupun perkotaan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bau tidak sedap, mencemari lingkungan, dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Salah satu tantangan yang sering ditemui adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah agar sampah dapat diolah.

banner 300x250

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Tim 160 Multidisiplin 1, Kezia Huminsa Ulina mengusung program ‘Kaliprau Bijak Sampah: Sosialisasi dan Aksi Nyata Pengelolaan Sampah Mandiri Desa Kaliprau’.

Program ini dilaksanakan di Desa Kaliprau, Kabupaten Pemalang, sebagai bentuk kontribusi nyata untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Sebelum merancang sebuah alat sebagai mahasiswa teknologi rekayasa otomasi, tim melakukan survei lapangan untuk memahami kondisi desa dan kebiasaan warga. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keberadaan tempat sampah umum di beberapa titik masih terbatas, sehingga diperlukan inovasi yang dapat memudahkan masyarakat sekaligus memberikan edukasi.

Dari hasil diskusi, tercetuslah ide pembuatan bak sampah pintar dengan dua kompartemen untuk sampah organik dan anorganik. Keunikan bak sampah ini terletak pada sistem otomatis yang dapat membuka dan menutup bak sampah menggunakan sensor ultrasonik HY-SRF05.

Portalika.com/Ist

Ketika seseorang mendekat, tutup bak akan terbuka, dan setelah sampah dibuang dan orang itu menjauh, tutup akan menutup kembali.

Tak hanya itu, bak sampah ini juga dilengkapi indikator kapasitas penuh melalui buzzer serta modul suara yang mengucapkan terima kasih setiap kali digunakan. Fitur ini diharapkan dapat memberi pengalaman interaktif yang mendorong kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampahnya.

Pengerjaan alat ini dilakukan secara kolaboratif. Bersama rekan-rekan sejurusan. Setiap anggota memiliki peran masing-masing. Penulis bertanggung jawab pada bagian pemrograman, menggunakan mikrokontroler ESP32 dan platform Arduino IDE untuk mengintegrasikan seluruh sistem.

Sasaran utama dari inovasi ini adalah warga desa dan para siswa sekolah. Tim percaya bahwa menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk budaya peduli sampah yang berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, penulis bersama tim melakukan sosialisasi di SDN 01 Kaliprau. Dalam kegiatan tersebut, tim mendemonstrasikan cara kerja tempat sampah pintar serta memberikan edukasi mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, termasuk penjelasan sederhana tentang cara mengolah masing-masing jenis sampah.

Harapannya, siswa tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mulai membiasakan diri menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan hadirnya bak sampah pintar ini, diharapkan masyarakat tidak hanya lebih mudah membuang sampah dengan benar, tetapi juga terdorong untuk terus menjaga kebersihan lingkungannya. (*)

Penulis: Kezia Huminsa Ulina, mahasiswa KKNT Undip Semarang di Kaliprau, Pemalang

Editor: Triantotus

Komentar