Portalika.com [KLATEN] – Potensi melimpah singkong di Desa Beteng, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, kini siap merambah pasar yang lebih luas. Melalui inovasi pengolahan, singkong diubah menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf), tepung bebas gluten yang memiliki nilai gizi tinggi. Namun, potensi ini tidak akan maksimal tanpa strategi pemasaran yang tepat. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Fernandito Mahesa Kusuma, mengambil inisiatif dengan mengadakan sosialisasi digital marketing bagi pelaku UMKM di Desa Beteng pada 2 Agustus 2025.
Fernandito menjelaskan bahwa penjualan konvensional tidak lagi efektif di era digital. Pemasaran dari mulut ke mulut dan penjualan di pasar lokal memiliki jangkauan yang terbatas. Oleh karena itu, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada para pelaku UMKM agar mereka mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memasarkan produk Mocaf secara lebih luas dan kompetitif.

Materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini sangat terstruktur dan mudah dipahami. Peserta diajarkan cara menentukan target pasar yang spesifik, seperti keluarga yang mencari tepung sehat atau komunitas diet. Selain itu, mereka juga dibekali dengan strategi membuat konten berkualitas, mulai dari foto produk, video proses produksi, hingga testimoni pelanggan. Konsistensi mengunggah konten dan aktif berinteraksi dengan audiens juga ditekankan sebagai kunci untuk menjaga eksistensi merek.
Respon dari para pelaku UMKM Desa Beteng sangat positif. Salah satunya adalah Ibu Siti, pemilik usaha kue berbahan Mocaf. “Dengan pengetahuan ini, saya jadi tahu cara memasarkan produk ke luar daerah tanpa harus keluar rumah. Saya optimis penjualan bisa meningkat,” ujarnya. Antusiasme ini menunjukkan bahwa program KKN ini memberikan solusi yang relevan dan langsung terasa manfaatnya bagi masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi teori. Mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan praktis, termasuk membantu pembuatan akun bisnis di media sosial, membuat konten foto produk, dan melakukan simulasi penjualan di marketplace. Ke depannya, program ini akan diperluas ke kelompok lain seperti PKK dan karang taruna, agar semakin banyak warga yang bisa memasarkan produk lokal secara digital. Dengan demikian, diharapkan Mocaf dapat menjadi produk unggulan Desa Beteng, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Fernandito Mahesa Kusuma, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri)












Komentar