MATARIA: Menguatkan Dasar Matematika Anak dengan Tips Hitung Cepat dan Trik Menyenangkan

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Matematika sering kali dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan. Tidak sedikit siswa yang merasa cemas, tertekan, bahkan menghindarinya.

Namun melalui program inovatif bernama Mataria (Matematika Tanpa Air Mata), mahasiswi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta berusaha mengubah stigma tersebut. Salah satu mahasiswi yang menggagas dan melaksanakan kegiatan ini adalah Anis Eka Ardina, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unisri.

banner 300x250

Melalui Mataria, Anis berupaya membuat matematika menjadi menyenangkan, ringan, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dan ditujukan bagi siswa kelas IV, V dan VI SD.

Selama enam hari kegiatan, setiap jenjang mendapatkan dua kali pertemuan. Fokus Mataria bukanlah mengulang materi sekolah, melainkan memberikan tips berhitung cepat serta trik praktis yang memperkuat dasar matematika mereka.

Metode Pembelajaran dalam Mataria;

  1. Permainan Hitung Cepat: Teknik perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan dengan pola angka.
  2. Trik Matematika Praktis: Menghitung persentase tanpa kalkulator, mengalikan cepat, hingga menyelesaikan soal cerita dengan cara sederhana.
  3. Latihan Kreatif: Menggunakan kartu angka, papan tulis mini, atau permainan kelompok untuk mengasah logika dan ketelitian.

Menurut Anis Eka Ardina, kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan berhitung, tetapi juga membangun semangat kebersamaan. Siswa terlihat antusias karena matematika dipelajari dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mengapa berbeda dengan pelajaran sekolah? Anis menjelaskan pelajaran sekolah sering berfokus pada target kurikulum. Melalui Mataria, Anis ingin mengisi celah tersebut dengan memberikan life skills berhitung.

Contohnya, siswa belajar menghitung kembalian saat belanja, mengestimasi harga, atau memeriksa tagihan sederhana. Dengan begitu, mereka dapat mengaplikasikan matematika secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil yang diharapkan dari Mataria menurutnya siswa lebih percaya diri dalam menghadapi soal matematika, memiliki dasar berhitung yang kuat sehingga mudah mengikuti pelajaran di sekolah dan menganggap matematika sebagai pelajaran yang menyenangkan, bukan menakutkan.

Dengan pendekatan ini, Mataria membuktikan bahwa belajar matematika tidak harus membosankan. Sebaliknya, matematika bisa menjadi permainan logika yang seru, penuh tawa, dan membangkitkan rasa ingin tahu. Bagi Anis Eka Ardina, Mataria adalah bukti bahwa matematika dapat dipelajari tanpa air mata. (*)

Penulis: Anis Eka Ardina, mahasiswi Program Studi PGSD Unisri Surakarta

Editor: Suryono

Komentar