Portalika.com [KLATEN] – Potensi lokal Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten, mendapat sentuhan modernisasi melalui program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang digagas oleh Tia Luvitha Saputri, 11 Agustus 2025. Mahasiswi KKN ini tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa misi strategis untuk mendampingi para petani lokal dalam memasarkan pupuk organik cair, produk unggulan desa yang selama ini hanya digunakan secara terbatas.
Mengingat mayoritas warga Desa Gedaren adalah petani, kebutuhan pupuk menjadi elemen vital. Namun, ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan merusak tanah menjadi masalah berkelanjutan. Pupuk organik cair hadir sebagai jawaban atas tantangan ini. Selain ramah lingkungan dan ekonomis, produk ini memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan desa.
Meski memiliki kualitas produk yang baik, tanpa strategi pemasaran yang tepat, potensi pupuk organik cair sulit berkembang. Oleh karena itu, melalui serangkaian sosialisasi, pelatihan, dan diskusi interaktif, Tia membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan pemasaran yang komprehensif. Masyarakat diajarkan bahwa pemasaran yang efektif bukan hanya tentang kualitas produk, melainkan juga meliputi kemasan, penentuan harga yang kompetitif, dan strategi promosi yang relevan.
Tidak hanya terbatas pada metode konvensional, program ini mendorong petani untuk beradaptasi dengan era digital. Media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram dikenalkan sebagai “etalase” baru untuk memasarkan produk mereka. Tujuannya jelas: menjangkau pasar yang lebih luas di luar batasan desa.
Dalam sesi pelatihan, diperkenalkan juga konsep branding desa. Ide ini bertujuan agar pupuk organik cair Desa Gedaren memiliki ciri khas tersendiri. Dengan branding yang kuat, produk lokal ini diharapkan mampu bersaing dengan produk serupa dari luar, menciptakan identitas yang solid dan mudah dikenali oleh konsumen.
Program KKN ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Dengan strategi pemasaran yang berkelanjutan, pupuk organik cair tidak hanya menjadi konsumsi internal, tetapi juga berpotensi dipasarkan ke desa-desa tetangga. Tia Luvitha Saputri berharap, program ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi desa.
Pada akhirnya, apa yang dilakukan Tia adalah sebuah contoh nyata bagaimana inovasi dari kaum muda dapat memperkuat potensi lokal. Ini adalah langkah kecil namun signifikan untuk mewujudkan Desa Gedaren yang mandiri, berdaya saing, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Tia Luvitha Saputri












Komentar