Portalika.com [SURAKARTA] – Mendukung komunitas tari akar rumput atau komunitas tari lokal, Mugiyono Kasido akan tampil di dua kota.
Kegiatan itu dalam rangka menyambut hari tari dunia, penari yang sudah mementaskan karyanya di 20 negara ini akan hadir di Sukoharjo dan Klaten.
Menurutnya dua kota ini memiliki ikatan emosional kuat dengan pemegang Rekor Muri “Menari 36 jam nonstop” yang akrab disapa dengan panggilan mbah Mugi.
Sukoharjo adalah tempat dimana dia dan Sanggarnya, Mugidance berada sedangkan Klaten merupakan kota kelahiran dan tempat menghabiskan masa kecil.
“Di Sukoharjo, saya akan membawa tari Topeng Panji yang dipadukan dengan sarung Goyor yang merupakan produk handmade ,” ujarnya.
Karya ini merupakan besutan baru yang dibawakan secara solois atau ntunggal. Gelaran di Sukoharjo akan berlangsung pada Rabu, 29 April 2026 malam sekitar pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Suryani, Sukoharjo.
Sementara untuk sajian di Klaten, penari maestro ini akan tampil pada gelaran pembukaan sebagai penari sesaji di kawasan Candi Sewu di daerah Prambanan, Klaten pada Minggu, 3 Mei 2026 mendatang.
Di Klaten maupun di Sukoharjo, kegiatan diusung oleh paguyuban sanggar tari di masin-masing kota.
Mugi mengapresiasi inisiatif sanggar-sanggar tari daerah untuk merayakan hari tari dunia. (Ujianingsih/*)
Editor: Triantotus












Komentar