Rupiah Melemah, Pemprov Jateng Jaga Nadi UMKM Sebagai Penopang Utama Ekonomi

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya, di tengah nilai tukar rupiah yang sedang melemah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, UMKM menjadi salah satu penopang utama ekonomi Jawa Tengah sehingga perlu terus dibina agar lebih tahan menghadapi dinamika ekonomi. Apalagi, jumlah UMKM di provinsi ini mencapai 4,2 juta.

banner 300x250

Besarnya jumlah itu, lanjut dia, menjadi kekuatan penting dalam menjaga ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong pelaku usaha bertahan, tetapi juga naik kelas melalui akses permodalan, pendampingan, pengemasan produk, hingga pemasaran.

BACA JUGA  KKN UPGRIS Kelompok 51 Hadirkan Inovasi LOSIDA dan Tempat Sampah dari Jaring di Desa Tambakan

Selain modal, Pemprov Jateng juga mendorong penguatan kualitas produk agar UMKM lebih kompetitif. Pendampingan tersebut mencakup pembenahan packaging (pengemasan), pemasaran, hingga peluang masuk ke rantai ekspor.

BACA JUGA  Tambang Membahayakan Nyawa dan Ekosistem Layak Ditutup

“UMKM merupakan backbone-nya [tulang punggung] ekonomi Provinsi Jawa Tengah, yang menjadi andalan kita, sehingga selalu kita bina,” ujar Luthfi disela acara Rapat paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian Semarang, Senin, 8 Juni 2026.

BACA JUGA  Lestarikan Tradisi, Pemkot Solo Adakan Kirab Budaya dan Jamasan

Terkait dampak pelemahan rupiah terhadap bahan baku, Luthfi mengatakan, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, butuh kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari sektor jasa keuangan, perbankan, pelaku usaha, dan lainnya.

“Kita harus gandeng BI, kemudian OJK, kemudian bidang usaha, kemudian bank di tempat kita. Jadi bersama-sama untuk bisa menyelesaikan,” tandasnya. (*)

Editor: Triantotus

Komentar