Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan, Mahasiswa UNNES Hadirkan PU-solar Di Desa Blimbing

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program UNNES GIAT 16 menghadirkan inovasi bernama PU-Solar, yaitu Penerangan Umum Otomatis Mandiri Energi berbasis tenaga surya, di Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.

Program ini lahir dari temuan mahasiswa saat sowan ke seluruh RW di desa tersebut. Afrizal, kormades UNNES GIAT 16, mengungkapkan, “Saat kami sowan ke seluruh RW di Desa Blimbing, kami menemukan bahwa di RW paling ujung Desa Blimbing, akses penerangan masih kurang, sehingga membahayakan pengendara pada malam hari.”

banner 300x250

Kondisi gelap gulita ini dirasakan mengganggu mobilitas warga, kegiatan keagamaan dan sosial yang kerap berlangsung hingga larut, serta menimbulkan risiko keamanan seperti kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas.

Portalika.com/Ist

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa KKN yang berfokus pada tema ekonomi kreatif ini merancang solusi penerangan yang efisien, mandiri energi, dan ramah lingkungan tanpa membebani anggaran desa maupun warga dengan biaya listrik tambahan.

Secara teknis, PU-Solar dibangun dari beberapa komponen yang saling terintegrasi. Panel surya berfungsi sebagai modul fotovoltaik yang mengubah energi matahari menjadi listrik arus searah, kemudian dikelola oleh controller yang mengatur tegangan pengisian pada kisaran 3,2 hingga 3,7 volt sekaligus melindungi baterai dari risiko overcharge maupun overdischarge.

Daya yang dihasilkan disimpan dalam baterai lithium-ion berkapasitas sekitar 8.800 hingga 10.000 mAh yang disusun dalam konfigurasi sel paralel.

Sumber cahaya menggunakan lampu floodlight berbahan LED SMD 2835 yang disusun paralel sehingga terang namun tetap hemat energi.

Portalika.com/Ist

Untuk otomatisasi, sistem dilengkapi sensor cahaya (LDR) yang mendeteksi perubahan intensitas cahaya sekitar, serta modul penerima sinyal inframerah yang memungkinkan lampu dikendalikan melalui remote control tipe XC-8071A dengan delapan tombol pengaturan.

Cara kerja sistem ini sepenuhnya otomatis mengikuti siklus harian. Siang hari, panel surya mengisi daya baterai dengan pengawasan controller.

Menjelang senja, sensor LDR mendeteksi penurunan cahaya sehingga lampu menyala otomatis tanpa perlu ada yang menekan saklar. Pada malam hari, warga masih dapat menyesuaikan mode pencahayaan melalui remote, mulai dari mode manual ON/OFF, mode Sensing hemat energi, mode timer 2, 3, atau 4 jam, hingga mode AUTO.

Ketika fajar tiba, controller memutus arus listrik menuju lampu sehingga penerangan padam dengan sendirinya dan siklus pengisian baterai dimulai kembali.

Pemasangan perangkat PU-Solar dilaksanakan oleh Fadil Muhammad Suyoto, dibantu Afrizal Ibnu Saputra, Alip Dinurrahman, dan M Adib Bilal Irwansyah.

Selain memasang perangkat, mahasiswa juga memberikan pendampingan dan edukasi kepada warga agar sistem dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri, mencakup cara penyambungan kabel, posisi ideal pemasangan panel, panduan penggunaan remote, perawatan mingguan dan bulanan, serta panduan solusi cepat untuk kendala umum.

Fadil, mahasiswa pelaksana program, menyampaikan, “Melalui PU-Solar, kami berharap dapat membantu Desa Blimbing memiliki penerangan jalan yang lebih hemat energi dan tidak menambah beban biaya listrik warga. Sistem otomatisnya juga memudahkan perawatan karena warga tidak perlu menyalakan dan mematikan lampu secara manual setiap hari, cukup dengan perawatan rutin sederhana seperti membersihkan panel surya dari debu dan mengecek kondisi baterai secara berkala.”

Program ini menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung SDGs nomor 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta SDGs nomor 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan. Perangkat desa menyambut baik program ini. Wawan, Kepala Dusun 3 Desa Blimbing yang menerima pendampingan cara penggunaan sistem, menyampaikan, “Ini inovasi yang sangat bermanfaat bagi desa kami. Selain hemat karena tidak menambah tagihan listrik, sistemnya juga otomatis sehingga tidak merepotkan warga. Kami berharap program ini bisa terus dirawat oleh masyarakat.”

Ke depan, diharapkan semakin banyak desa lain yang terdorong memanfaatkan energi terbarukan sebagai solusi persoalan infrastruktur penerangan jalan umum. (*)

Editor: Triantotus

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar