78 Atlet dari Enam Negara Ikuti Paragliding Cross-Country World Cup Pre-Series Panglima TNI Cup Wonogiri 2026

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Sebanyak 78 atlet paralayang dari enam negara ambil bagian dalam ajang Paragliding Cross-Country World Cup (PWC) Pre-Series Panglima TNI Cup Wonogiri 2026 yang digelar di kawasan Bukit Joglo, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kejuaraan paralayang bergengsi tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Agustus 2026, dan mempertemukan atlet nasional serta mancanegara untuk beradu kemampuan dalam nomor cross-country (XC).

banner 300x250

Para peserta berasal dari Indonesia, Tiongkok, Malaysia, Perancis, Korea Selatan, dan Nepal. Dari total 78 peserta, sebanyak 68 atlet merupakan wakil Indonesia, sedangkan 10 atlet lainnya berasal dari lima negara asing.

Nomor cross-country tidak hanya mengandalkan keberanian untuk mengudara. Para atlet dituntut mampu membaca arah dan kecepatan angin, memanfaatkan thermal atau arus udara panas, menguasai teknik penerbangan, serta memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat.

Kondisi tersebut membuat setiap penerbangan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Kemampuan mengambil keputusan di udara menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai jarak dan waktu penerbangan terbaik.

Kepala Dinas Teritorial Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Lek Amrico, menyampaikan dominasi atlet Indonesia dalam kompetisi tersebut menjadi kesempatan penting untuk mengukur kemampuan atlet nasional di tengah persaingan internasional.

Pada kategori Pre-PWC, sejumlah kelas dipertandingkan, di antaranya Overall Class, Women Class, Sport Class, Under 26 Class, Master Class bagi atlet berusia 45 tahun ke atas, serta Team Class.

Sementara itu, untuk kategori Kejurnas, pertandingan meliputi kelas perorangan putra, perorangan putri, dan beregu.

Pembukaan kejuaraan ditandai dengan penyampaian poin-poin utama amanat Panglima TNI yang dibacakan Danlanud Adi Soemarmo Solo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi.

Penyelenggaraan kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi TNI dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, khususnya dalam mendorong pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi.

Ketua Komite Paralayang Indonesia, Assegaf, menilai kejuaraan internasional seperti Panglima TNI Cup memiliki arti penting bagi perkembangan olahraga paralayang nasional.

Menurutnya, kehadiran atlet dari berbagai negara dapat menjadi ajang evaluasi sekaligus pengalaman berharga bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing di tingkat internasional.

“Dengan adanya kompetisi internasional ini, diharapkan mampu memperkuat atlet Indonesia sekaligus membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet baru olahraga dirgantara Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.

Salah satu atlet paralayang asal Sumatera Barat, Ade Mustika, turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya atlet daerah untuk bersaing sekaligus menambah pengalaman dalam kejuaraan bertaraf internasional.

Hal senada disampaikan Nur Rahma Azzahar, atlet paralayang asal DKI Jakarta. Kompetisi ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan jam terbang dalam menghadapi persaingan dengan atlet dari berbagai negara.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, PWC Pre-Series Panglima TNI Cup Wonogiri 2026 diharapkan mampu memperkenalkan potensi olahraga dirgantara Indonesia sekaligus mengangkat nama Wonogiri sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan olahraga paralayang.

Dengan dukungan penyelenggara, TNI, federasi olahraga, pemerintah daerah, serta masyarakat, kejuaraan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan atlet sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk melahirkan lebih banyak atlet paralayang berprestasi di tingkat dunia. (Naharudin)

Komentar