Kampung Mewah Para Juragan Bakso Dan Mie Ayam Girimarto Wonogiri

banner 468x60

Portalika.com [GIRIMARTO] – Desa Sledong, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Anda akan kagum dengan deretan rumah bertingkat dan megah. Pemilik rumah-rumah itu ternyata para juragan bakso dan mi ayam.

Kampung ini terletak di daerah pegunungan yang jauh dari keramaian kota. Meskipun terpencil, kampung ini menjadi sorotan karena kekayaan yang dimiliki oleh para juragan bakso dan mie ayam yang tinggal di sini. Dalam kampung ini, terdapat beberapa warung makan yang menjadi ikon kekayaan dan kelezatan hidangan mereka.

banner 300x250

Sledong memang terlihat seperti kampung terpencil pada umumnya dengan pemandangan khas pegunungan yang indah. Tapi, meski tergolong kampung terpencil, tapi potret Sledong jauh dari kata tertinggal. Rumah-rumah besar yang ada di sana memperlihatkan kemakmuran warganya.

Baca juga: Dua Mobil Di Girimarto Terbakar

Bagaimana kampung ini bisa menjadi kampung miliarder yang terpencil? Tentu saja, keberhasilan para juragan ini tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi yang mereka persembahkan.

Mereka bangun dari bawah, berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan mereka. Selain itu, mereka juga berhasil mengemas produk mereka dengan baik, sehingga mendapatkan banyak pelanggan dan keuntungan.

Namun, keberhasilan mereka juga tidak lepas dari dukungan dan kerjasama warga kampung. Masyarakat setempat turut mendukung bisnis para juragan ini dengan menjadi pelanggan setia mereka. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kerjasama dan solidaritas dalam mengembangkan usaha.

Sledong dijuluki juga sebagai Kampung Miliarder karena banyaknya orang kaya. Mereka meraih kejayaan melalui dagangan bakso, sebuah pekerjaan yang sering dianggap rendah oleh sebagian orang.

Menilik saluran Youtube Ardhiansah Rahmiyarno, Kamis, 9 November 2023, dalam videonya ini ia memperlihatkan jalanan menuju ke desa ini tak begitu besar, bahkan sebagian jalannya berupa semen dan batuan saja. Tetapi saat menyusuri jalanan ini, kamu akan menemukan rumah-rumah berlantai 2 yang sungguh megah.

Tak hanya bangunannya yang berukuran besar, terlihat hampir semua rumah-rumah gedong ini juga memiliki halaman depan rumah yang cukup luas dan bisa digunakan untuk parkir kendaraan beroda empat. Adapun beberapa rumah ini juga dilengkapi dengan garasi mobil serta pagar berupa tembok atau pagar besi yang tinggi mengelilingi rumah mereka.

Kendati demikian, pemandangan serta nuansa pedesaan di sekitar rumah-rumah gedong ini masih sangat terasa. Vegetasi tanaman hijau masih tumbuh subur yang menyejukkan mata. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa rumah-rumah tersebut tak lain milik para juragan bakso, dimana sumber utama ekonomi mereka dari berjualan bakso. Rumah bertingkat dengan pilar-pilar besar ini dibangun atas kerja keras masyarakatnya.

Tukang Bakso dan Mie Ayam Wonogiri Bagi para pecinta kuliner tentu sudah tak asing lagi dengan penamaan kuliner seperti Bakso Wonogiri atau Mie Ayam Wonogiri. Kalau dipikir-pikir memang cukup banyak masyarakat Wonogiri di kota besar seperti Jakarta, mencari nafkah melalui berdagang bakso.

Para pedagang bakso ini pergi merantau ke luar daerahnya dikarenakan rasa prihatin, dengan harapan untuk mendapatkan pemasukkan lebih. Diketahui juga sekitar tahun 1950 an, sudah ada penjual bakso yang mengadu nasib di Jakarta. Tidak hanya satu, tapi ada beberapa dimana salah satunya yang cukup populer di kawasan selatan Jakarta adalah, Bakso Lapangan Tembak yang pemiliknya berasal dari Wonogiri. (Lukman/*)

Komentar