Bupati Trenggalek Resmikan Desa Tematik Pantai Kebo

banner 468x60

Portalika.com [TRENGGALEK, JATIM] – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin  bersama PT PLN (Persero) UP3 Ponorogo meresmikan Desa Tematik Pantai Kebo di Desa Ngulungwetan Kecamatan Munjungan, Kamis (19/10/2023).

Desa Tematik PLN dikembangkan dengan tujuan agar tenaga listrik bisa menjadi pendorong aktivitas perekonomian masyarakat.

banner 300x250

Pantai Kebo dipilih karena memiliki keunikan tersendiri sehingga melalui desa tematik diharapkan dapat meningkatkan daya tarik sebagai destinasi wisata.

Baca juga: Wakil Bupati Trenggalek Hadiri Mening Deh Di Desa Ngulan Wetan

Di tahap pertama ini sudah terdapat 30 sambungan pasang baru listrik, 18 di antaranya merupakan sambungan dari para petani sekitar sehingga untuk mengairi sawah tak perlu lagi menggunakan tenaga diesel.

Di kesempatan itu, Mas Bupati Ipin menyampaikan terima kasih karena aliran listrik bisa masuk ke kawasan Pantai Kebo. Hal itu tentu sangat menunjang daya tarik maupun UMKM di lokasi tersebut.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin memukul gong penanda peresmian desa tematik Pantai Kebo. (Portalika.com/Rudi Sukamto).

“Dan juga UMKM yang ada di sini bisa makin variatif karena akhirnya alat-alat yang berbasis kelistrikan bisa berfungsi dan karena jaringannya jadi satu, di pinggir pantai sini juga daerah pertanian,” ucapnya.

“Jadi masyarakat sini juga terbantu karena dulu harus diesel, sekarang bisa terkonversi menggunakan pompa listrik yang nilai penghematannya bisa 50-70% dibandingkan kita membeli solar,” sambung Mas Ipin.

Dengan dikembangkannya desa tematik tersebut, Mas Ipin juga mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan. Karena jika tidak diimbangi dengan menjaga kebersihan bisa mengakibatkan kunjungan ke Pantai Kebo semakin menurun.

Portalika.com/Rudi Sukamto.

“Saya titip pesannya, listriknya sudah masuk, harus diimbangi sama kebersihannya, di mana-mana wisata kita itu yang kita jual alam, coba kalau orang datang ke Pantai Kebo terus banyak sampah, mau lihat kerbau atau sampah? begitu kira-kira,” jelasnya.

“Jadi jangan sampai investasinya PLN yang sudah ke sini, memanjangkan sambungan kabel kemudian ngasih kita signage dan beberapa fasilitas nanti mubazir,” kata Mas Ipin.

“Dan lebih sayang lagi ini sudah mulai ada peningkatan ekonomi masyarakat terus tiba-tiba besok karena kotor dan nggak terawat terus jadi sepi, nah itu sangat disayangkan,” tandasnya. (Rudi Sukamto)

Komentar