Cegah Kecelakaan, Personel Satlantas Dan Dishub Sukoharjo Pemeriksa Kelayakan Bus Pariwisata

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Personel satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Sukoharjo bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo melaksanakan pemeriksaan kelayakan atau ramp check bus pariwisata, Sabtu, 18 Mei 2024. Langkah ini bagian dari upaya mencegah kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus pariwisata.

Dalam kegiatannya, Satlantas dan Dishub Sukoharjo memeriksa bus pariwisata di garasi bus PO Gunung Mulia Sukoharjo dan PO Bus Raya. Petugas melakukan pengecekan kelayakan jalan seperti roda, rem, lampu sein, dan lampu utama.

banner 300x250

Dokumen kelengkapan kendaraan seperti uji kir dan surat izin mengemudi (SIM) tak luput dari pemeriksaan petugas.

Baca juga: Rivan A Purwantono: Kolaborasi Kunci Kecepatan Santunan Korban Kecelakaan Bus Ciater

Tak hanya memastikan kelayakan jalan bus, sejumlah sopir juga menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Kami berharap peristiwa kecelakaan bus pariwisata yang mengangkut rombongan siswa dan siswi SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat terakhir kali. Tidak ada lagi kecelakan lalu lintas yang melibatkan bus,” kata Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Betty Nugroho, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit.

Kasatlantas mengungkapkan upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas harus melibatkan para stakeholder. Termasuk perusahaan otobus (PO) dan sopir atau pengemudi bus. Mereka harus memastikan kondisi bus layak beroperasi untuk mengangkut penumpang atau tidak.

Portalika.com/Eka

“Misalnya, pengecekan rem yang dilakukan secara rutin, terutama sebelum mengangkut penumpang,” sambungnya.

“Kami ingin memastikan kondisi bus benar-benar layak beroperasi. Sekaligus, kondisi kesehatan sopir bus. Jika mengantuk atau lelah, silahkan berhenti di rest area untuk beristirahat. Jangan justru memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Jadi aspek keselamatan penumpang nomor satu dan prioritas utama,” ujar AKP Betty.

Kegiatan ramp check bus bakal dilakukan secara rutin dengan sasaran bus pariwisata, bus antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP). Hal ini bagian dari inspeksi kelayakan angkutan penumpang sekaligus menekan tingkat kecelakaan di jalan raya.

Sementara itu, Manager PO Gunung Mulia, Yunus Hadi Susanto mengatakan ada tim internal perusahaan yang bertugas khusus mengecek kelayakan jalan. Tim tersebut bakal memastikan bus layak beroperasi atau tidak.

Di PO Gunung Mulia, ada 10 unit bus pariwisata yang disiapkan untuk mengangkut rombongan menuju lokasi objek wisata. “Ada SOP sebelum bus keluar garasi untuk mengangkut penumpang. Kondisi bus harus benar-benar dipastikan layak beroperasi atau tidak. Ada tim internal kami yang mengecek kondisi bus secara rutin,” kata dia. (Triantotus)

Komentar