Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani menghadiri dan membuka kegiatan “Februari Kasih Inklusif 2026” yang diselenggarakan Forkesi Surakarta bekerja sama dengan Solo Art Market, Sabtu, 14 Februari 2026 di Selasar Ngarsopuro, Solo.
Kehadiran Wakil Walikota sekaligus Bunda Penggerak Inklusi ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat kota yang inklusif dan ramah disabilitas.
Astrid menegaskan inklusi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan arah pembangunan kota. “Hari ini kita tidak sekadar membuka sebuah kegiatan seni. Kita sedang menegaskan komitmen Kota Surakarta sebagai kota yang berpihak pada inklusi, kesetaraan, dan keadilan sosial. Inklusi bukan kegiatan seremonial. Inklusi adalah kebijakan, sistem, dan arah pembangunan,” tegasnya.
Sebagai Bunda Penggerak Inklusi, Astrid juga menekankan pentingnya menjadikan inklusi sebagai gerakan bersama. “Anak-anak disabilitas bukan kelompok rentan yang harus dikasihani. Mereka adalah bagian dari kekuatan kota ini, talenta, inspirasi, dan masa depan Surakarta. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Inklusi harus menjadi budaya,” ujarnya.
Astrid turun langsung berinteraksi dengan para penyandang disabilitas, menyapa peserta pameran karya, berdialog dengan pelaku UMKM disabilitas, serta mengapresiasi karya seni yang ditampilkan. Ia memastikan ruang publik dan ruang kreatif semakin terbuka serta aksesibel bagi semua warga.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Forkesi Surakarta dengan Karavan FM terkait dukungan media untuk menyebarluaskan kegiatan Forkesi. Selain itu, Forkesi juga menandatangani MoU dengan ISI Surakarta guna memperkuat dukungan seni dan budaya inklusif.
Forkesi Surakarta merupakan forum kolaborasi yang berfokus pada gerakan seni dan pemberdayaan inklusif, menghadirkan ruang perjumpaan bagi penyandang disabilitas untuk berekspresi dan berkembang.
Rangkaian “Februari Kasih Inklusif 2026” digelar 14–16 Februari 2026 pukul 09.00–17.00 WIB di Selasar Ngarsopuro dan Kelurahan Keprabon, meliputi pameran karya anak disabilitas, workshop art and craft, fun drawing di Solo Art Market, workshop minuman sehat, talkshow inspiratif bersama Lorenzo Gabriano (Difabel Berprestasi), hingga fashion show on the street.
Melalui kolaborasi lintas komunitas ini, Surakarta terus meneguhkan diri sebagai Kota Ramah Disabilitas dan Kota Inklusif yang memberikan ruang setara bagi semua. (Ariyanto)












Komentar