Inovasi Manajemen Kurban 1444 H, Lazismu DIY Salurkan 370 Hewan Kurban Di 201 Lokasi

banner 468x60

Portalika.com [YOGYAKARTA] -Lembaga Amil Zakat Infaq Sodakoh Muhammadiyah (Lazismu) DIY tak pernah absen dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dan kemanusiaan. Lazismu senantiasa aktif dalam penghimpunan dan pentasyuran dalam rangka mensyiarkan perintah agama.

Dalam rangka menyemarakkan kegiatan kurban 1444 Hijriyah, Lazismu DIY hadir dengan mengangkat tema Kurban Kuatkan Ketahanan Pangan. Inovasi untuk ketahanan pangan menjadi tema kurban tahun ini.

banner 300x250

Melalui tema ini, Lazismu DIY Bersama Kantor Layanan (KL) Lazismu se-DIY mendorong seluruh umat Islam untuk berinovasi dalam manajemen kurban mendukung program ketahanan pangan.

Baca juga: Ada Panggung Prajurit Di Upacara Kenaikan Pangkat 37 Personel Polres Sukoharjo

Ketua Lazismu PWM DIY, Jefree Fahana mengatakan 370 hewan kurban terdiri atas kambing dan sapi telah disalurkan di 201 lokasi pada tahun ini sebagai hasil penghimpunan lazismu DIY bersama KL Lazismu Se-DIY. Jefree juga menyampaikan berbagai inovasi dilakukan Lazismu DIY dalam modernisasi manajemen Qurban agar hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Portalika.com/Aryanto

Inovasi itu antara lain, inovasi dalam pengemasan, memperkenalkan produk olahan daging kurban dalam bentuk kemasan kaleng, selain itu pengemasan ramah lingkungan, seperti besek bambu, daun jati dan lainnya. Kemudian, inovasi dalam pendistribusian, yaitu mendistristribusikan produk kurban kemasan ke berbagai pelosok dan kawasan secara tepat sasaran.

Inovasi dalam penghimpunan, menjadikan kurban sebagai gerakan¬† yang dilaksanakan semua kantor Lazismu di DIY, baik secara konvensional maupun digital. Terkait hal ini, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY (PWM DIY), yang membidangi Lazismu, Prof Ariswan, mengharapkan agar lazismu DIY pada periode 2022 – 2027 menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terpercaya bersinergi dengan majelis dan lembaga serta menciptakan inovasi inovasi terbaru dalam melayani masyarakat. “Terutama dalam melakukan pemberdayaan masyarakat yang masih belum berdaya secara ekonomi.” (Triantotus)

Komentar