Portalika.com [Wonogiri] – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 24 yang terdiri dari mahasiswa berbagai disiplin ilmu mengadakan program sosialisasi dan pelatihan bertajuk “Pendampingan Usaha Mikro untuk Meningkatkan Daya Saing Ekonomi” di Desa Kembang. Program ini bertujuan untuk membantu para pelaku usaha mikro di desa tersebut dalam mengembangkan bisnis mereka sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan ekonomi lokal.
Dalam program ini, Kelompok KKN 24 memberikan pelatihan intensif kepada para pelaku usaha mikro, termasuk pelaku UMKM, mengenai berbagai strategi bisnis modern, inovasi produk, manajemen keuangan sederhana, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Kegiatan ini bertujuan agar usaha mikro di Desa Kembang dapat lebih berdaya saing dan mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Ketua Pelaksana, Elyasaf Bintang Wibowo, menyatakan bahwa program ini merupakan salah satu langkah nyata mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah untuk membantu masyarakat. “Kami ingin berbagi pengetahuan dengan para pelaku usaha mikro di Desa Kembang agar mereka bisa lebih berkembang, terutama dalam hal peningkatan daya saing. Dengan pendampingan ini, kami berharap UMKM di desa ini dapat lebih kuat dan mandiri,” ujar Elyasaf Bintang Wibowo.
Pelatihan yang dilakukan meliputi berbagai aspek penting dalam menjalankan usaha mikro, seperti cara menentukan harga yang kompetitif, inovasi dalam pengemasan produk, hingga teknik pemasaran digital yang efektif melalui platform media sosial dan marketplace. Selain itu, Kelompok KKN 24 juga memberikan materi mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang baik agar usaha dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Salah satu pemateri menekankan tentang pentingnya Komunikasi Pemasaran yang efektif terhadap UMKM lokal Desa Kembang agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar. “Para pelaku usaha mikro harus berani melakukan pemasaran yang efektif, agar dapat bersaing dan menarik lebih banyak konsumen,” jelasnya.
Selain pelatihan, Kelompok KKN 24 juga memberikan pendampingan bagi pelaku usaha mikro yang ingin mengimplementasikan ilmu yang telah mereka dapatkan selama pelatihan. Pendampingan ini bertujuan agar pelaku usaha tidak merasa kesulitan dalam mengaplikasikan teknik-teknik yang telah diajarkan. Mereka membantu secara langsung dalam pemasaran produk, pengelolaan keuangan, serta optimalisasi penggunaan teknologi digital seperti e-commerce Shopee dan TikTok Shop.
Salah satu peserta, Ibu Suginem, seorang pelaku usaha makanan ringan di Desa Kembang, merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. “Selama ini usaha saya hanya dijual di sekitar sini saja. Berkat pelatihan dari mahasiswa KKN, saya jadi tahu cara memasarkan produk saya lebih luas melalui media sosial,” katanya.
Program ini mendapat apresiasi dari perangkat desa dan masyarakat Desa Kembang. Sekretaris Desa Kembang, Bapak Purwanto, menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi warganya, terutama dalam menghadapi persaingan usaha di era digital saat ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Kelompok KKN 24 yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku usaha mikro di desa kami. Harapannya, usaha-usaha mikro di Desa Kembang bisa lebih berkembang dan berdampak positif pada perekonomian desa,” ujarnya.
Kelompok KKN 24 berharap agar program ini dapat menjadi landasan bagi keberlanjutan pengembangan usaha mikro di Desa Kembang. Mereka juga berencana untuk terus memantau perkembangan para pelaku usaha yang telah mendapatkan pelatihan, serta memberikan saran dan dukungan teknis jika diperlukan.
Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan usaha mikro di Desa Kembang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh lebih kuat dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa tersebut.(*)
Penulis : Kelompok KKN 24












Komentar