Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani mengapresiasi kolaborasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam peningkatan kualitas permukiman dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Sangkrah, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurut Astrid, sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi langkah konkret mempercepat penanganan kawasan kumuh di Kota Solo sekaligus menguatkan ekonomi warga.
“Bagaimanapun wajah perkotaan ini tidak lengkap rasanya kalau masih ada kawasan kumuh. Karena itu kami sangat mengapresiasi dukungan Kementerian Keuangan dan seluruh pihak yang terlibat. Ini menjadi langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan permukiman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Astrid.
Ia menegaskan, penataan kawasan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga harus dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi warga agar dampaknya berkelanjutan.
“Kami ingin penanganan kawasan kumuh ini terintegrasi. Rumahnya layak, lingkungannya sehat, dan warganya juga memiliki penguatan usaha. Dengan begitu, kualitas hidup masyarakat benar-benar meningkat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pusat Investasi Pemerintah Kementerian Keuangan dan Pemerintah Kota Surakarta tentang Pengembangan Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Penguatan Ekosistem Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM.
MoU yang ditandatangani Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ismed Saputra dan Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto itu menjadi landasan kerja sama dalam pengembangan UMKM, penguatan akses pembeayaan, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Kesepakatan tersebut juga mengatur peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas.
Program penanganan rumah tidak layak huni di Sangkrah sendiri telah berjalan sejak 2022 dengan renovasi 47 unit rumah. Pada 2025, melalui program gabungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan Kemenkeu, kembali dilakukan pembangunan dan renovasi 56 unit rumah layak huni dengan nilai hampir Rp5 miliar.
Astrid bersama Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara juga meninjau langsung sejumlah rumah yang telah direnovasi serta berdialog dengan warga penerima bantuan. Dalam interaksi tersebut, warga menyampaikan rasa syukur atas perbaikan hunian yang kini lebih sehat dan aman.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan program ini merupakan bagian dari komitmen Kemenkeu dalam mendukung peningkatan kualitas permukiman dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan badan usaha.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam mendukung peningkatan kualitas permukiman dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Suahasil.
Ia menambahkan, kolaborasi ini sejalan dengan arahan Kementerian Keuangan agar program tanggung jawab sosial dan lingkungan badan usaha dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui kerja sama ini, Pemkot Surakarta berharap penanganan kawasan kumuh di Solo semakin terakselerasi, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi warga melalui pengembangan UMKM dan akses pembiayaan yang lebih luas. (Ariyanto)












Komentar