Kementerian PUPR: Digitalisasi Perumahan Diperlukan Untuk Petakan Sebaran Rumah

banner 468x60

Portalika.com [JAKARTA] – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan digitalisasi perumahan kedepan diperlukan untuk melaksanakan pemetaaan data geospasial yang lebih komprehensif, meliputi data kondisi maupun sebaran lokasi RTLH serta backlog yang lebih akurat dan akuntabel.

“Digitalisasi perumahan sangat penting untuk pembangunan perumahan di Indonesia di masa mendatang,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dalam Malam Puncak Hari Perumahan Nasional Tahun 2024 di Auditoriun Kampus Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2024.

banner 300x250

Menurut Iwan, selain digitalisasi perumahan untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan dalam penyediaan hunian terutama di kawasan perkotaan, pemerintah berusaha menggali inovasi terkait pemanfaatan ruang yang di atas jalan, rel, atau sungai untuk membangun perumahan.

Baca juga: Ratusan Peserta Ikuti Fun Run dan Fun Walk Hapernas 2024

Upaya peningkatan kepemilikan rumah dalam rangka pengentasan backlog dan rumah tidak layak huni, tidak hanya menjadi tugas dari pemerintah pusat, namun juga perlu kolaborasi dari seluruh stakeholder bidang perumahan, termasuk di dalamnya pemerintah daerah, perbankan, asosiasi dan pelaku pembangunan, pegiat perumahan dan lembaga filantropi, serta tentunya dibutuhkan pula dukungan dari seluruh masyarakat demi mencapai hunian layak dan terjangkau untuk semua.

Portalika.com/Ristyan

Sebagai informasi, Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) XVI Tahun 2024 tahun ini mengambil tema “Digitalisasi Perumahan”. Tema ini bertujuan untuk dapat memberi dorongan bagi semua stakeholder perumahan dalam efisiensi penyelenggaraan perumahan dan mendukung kemudahan akses melalui sinergi platform digital yang merangkum proses bisnis perumahan, serta mengakomodasi inovasi dan ide-ide cemerlang dalam penyediaan perumahan di masa mendatang.

“Hal ini tentu membutuhkan studi dan teknologi yang memungkinkan dilaksanakan tanpa mengganggu sistem transportasi yang ada. Dalam upaya memfasilitasi kemudahan perizinan sebagai bentuk dukungan pemerintah, saat ini tengah disiapkan rancangan prototype rumah tinggal sederhana yang mengakomodasi prinsip tahan gempa dan green building,” katanya.

“Ke depan tantangan Pembangunan perumahan akan semakin kompleks seiring dengan perkembangan kondisi global dan teknologi. Oleh karena itu, strategi transformasi digitalisasi perumahan harus menjadi prioritas kebijakan dan harus kita integrasikan dengan program dan kegiatan,” terangnya. (Triantotus)

Komentar