Korlantas Polri Dan Jasa Raharja Survei Jalur Dua Provinsi, Singgahi Pertigaan Mengkreng Kediri Dan Solo

banner 468x60

Portalika.com [JAKARTA] – Korlantas Polri bersama PT Jasa Raharja melanjutkan kegiatan survei jalur guna memastikan kesiapan strategi dan infrastruktur dalam menghadapi pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 saat Idul Fitri nanti.

Setelah survei pada 26 Februari 2025 kemudian melakukan evaluasi di sejumlah titik di Jawa Timur, survei berlanjut ke Kediri, tepatnya Pertigaan Mengkreng dilanjutkan masuk Provinsi Jawa Tengah dengan Solo sebagai kota pertama yang disinggahi.

banner 300x250

Kegiatan dipimpin Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho, SH, MHum didampingi Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A Purwantono, perwakilan dari Kementerian Perhubungan, dan perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca juga: Jasa Raharja Survei Kesiapan Idul Fitri Dan Memastikan Pelaksanaan Perjalanan Berkeselamatan

Pertigaan Mengkreng, Kediri, Jawa Timur merupakan simpul penting pergerakan kendaraan dari tiga arah sekaligus yakni Nganjuk, Kediri, dan Jombang. Di lokasi ini juga terdapat perlintasan kereta api sehingga menjadi salah satu titik rawan kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik dan balik.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Satlantas Polres Kediri telah menyiapkan sejumlah strategi guna memperlancar arus lalu lintas, termasuk rekayasa lalu lintas, pemasangan rambu tambahan serta optimalisasi personel di lapangan.

Portalika.com/Humas Jasa Raharja

Dalam arahannya kepada Satlantas Polres Kediri, Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan pentingnya kesiapan maksimal untuk menghadapi Operasi Ketupat 2025, termasuk di pertigaan Mengkreng.

Ia mengimbau agar tidak overconfident dalam pelaksanaannya nanti, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan skenario yang tepat. Karena jika tidak dilakukan, maka kemungkinan akan terjadi kepadatan dan perlambatan, terutama pada H-3 dan H-2.

“Kontinjensi harus dipersiapkan dengan segala skenario, karena bisa jadi ada pengaruh kondisi cuaca, dan barangkali juga ada traffic accident. Saya yakin rekan-rekan sudah paham karakteristik dari pertigaan Mengkreng dan tempat-tempat yang lain. Tidak boleh ada satu pun tempat yang macet. Di tempat wisata hanya padat, di tempat keramaian hanya ada antrian, Semua harus dikelola,” ujar Agus.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rivan A Purwantono juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan mudik yang berkeselamatan, khususnya di pertigaan Mengkreng yang rawan kepadatan.

“Dari pengamatan Jasa Raharja dalam 2-3 tahun terakhir, kecelakaan pernah terjadi 2-3 kendaraan tapi tidak pernah ada korban jiwa, Alhamdulillah. Potensi-potensi kecelakaan itu ada, setelah kepadatan terurai, karena pengemudi kondisinya mengejar waktu. Dan sesuai komitmen saya dengan Pak Kakorlantas dan Pak Dirlantas Polda Jawa Timur, kami akan berkolaborasi, tak hanya dengan Polres Kediri tapi juga Polres-Polres lain akan kami dukung. Ini adalah sebagai wujud menjaga keselamatan berlalu lintas,“ ungkapnya.

Survei Jalur Ke Solo, Jawa Tengah
Setelah meninjau Kediri, rombongan melanjutkan survei jalur persiapan Operasi Ketupat 2025 ke Jawa Tengah dengan menuju Kota Solo (Surakarta).

Portalika.com/Humas Jasa Raharja

Solo menjadi salah satu titik penting dalam operasi ketupat, tidak hanya karena tingginya jumlah pemudik, tetapi juga karena banyaknya destinasi wisata yang menarik wisatawan selama libur panjang.

Kepadatan lalu lintas di kota ini meningkat signifikan, terutama di sekitar area wisata dan pusat perbelanjaan.

Saat bertemu dengan para stakeholder di Polres Solo, Agus menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan daerah dalam menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Idulfitri nanti.

“Kami telah mendapat paparan dari Dirlantas Polda Jateng dan Wadirlantas Polda DIY, dilanjutkan rapat koordinasi dengan para stakeholder. Prinsipnya, Polda Jateng, Polda DIY, dan stakeholder sudah menyamakan persepsi langkah-langkah dan skenario. Karena pada saat Operasi Ketupat, ada bangkitan arus yang harus dikelola dengan baik, baik itu yang ada di jalan tol, jalan nasional, dan tempat-tempat wisata,” ujarnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Rivan menyampaikan bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi dengan peningkatan jumlah kecelakaan dari 2023 ke 2024.

Karena itu, semua stakeholder harus berkolaborasi dan berkoordinasi untuk memastikan sistem yang berkeselamatan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan dan pengemudi yang berkeselamatan, agar kondisi pada tahun ini menjadi lebih baik.

Ia juga menekankan Jawa Tengah memiliki banyak tempat wisata, sehingga potensi kecelakaan juga meningkat.

“Jawa Tengah ini signifikan tempat-tempat wisatanya, setahu kami ada lebih dari 1.200 dibanding dengan DIY yang hanya 25 yang menonjol. Jadi tempat-tempat wisata nanti juga menjadi hal yang penting, karena kadang kita fokus kepada jalan utamanya, padahal jalur ke arah tempat-tempat wisata justru banyak kejadian kecelakaan. Sebagai bentuk dukungan, kami siap berkoordinasi, baik dengan Dirlantas Polda Jateng dan DIY,” jelasnya.

Setelah meninjau Solo, rombongan akan meneruskan survei jalur akan ke wilayah lain di Jawa Tengah dan kemudian ke Jawa Barat guna memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. PT Jasa Raharja dan Korlantas Polri berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan arus mudik dan balik yang aman dan tertib bagi masyarakat Indonesia. (Triantotus/*)

Komentar