La Bamba Latinos Goyang Pecinta Musik Latin Di Solo 

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Lagu La Bamba yang familier di telinga banyak pecinta lagu mancanegara khususnya bergenre irama latin, terdengar nyaring di Nawa Bistro di Kota Solo, Jateng, Sabtu, 20 September 2025 malam. Gelegar musik Latinos Band yang digawangi warga Barcelona, Spanyol bernama Santiago Tort Serrat menjadi kian semarak.

Jika pada awal saat Latinos manggung hanya satu dua orang berpasangan melantai, sontak sejumlah penonton yang hadir melantai massal mengikuti alunan lagu La Bamba.

banner 300x250

Tak heran jika penonton beramai-ramai melantai, karena selain ritme La Bamba dinamis, lagu rakyat Meksiko yang dipopulerkan Ritchie Valens sekitar tahun 1958 ini banyak dikenal masyarakat luas.

“Saya sebenarnya sejak kecil sudah bermain drum, terus karena saya sudah keliling di berbagai tempat dan harus ke Indonesia yaitu di Solo sudah 12 tahun maka saya bikin band. Sebab ketika saya di Solo ternyata saya lihat band Latin tidak ada di Solo karena itu saya dengan teman-teman membuat band ini,” ujar Santiago kepada awak media di sela-sela jeda manggung.

Menurut dia pendirian Latinos Band bergenre musik Latin tepat di Kota Solo. Sebab dia menilai kegemaran orang Latin dan orang Amerika Latin banyak kemiripan pada genre lagu.

Lebih jauh dia mengungkapkan pendirian Latinos Band setahun lalu berawal dari hobi bermusik Santiago. Warga Spanyol yang sejak kecil hobi bermain drum dan saat ini memiliki pabrik mebel di Serenan, Juwiring, Klaten, Jateng itu rupanya tak bisa meninggalkan hobi bermusiknya.

Santiago Tort Serrat (kiri) memberi keterangan kepada awak media di sela-sela jeda manggung di Nawa Bistro, Punggawan, Solo, Jateng, Sabtu, 20 September 2025 malam. (Portalika.com/Iskandar)

Karena itu dibentuklah Latinos Band bergenre Latin. Untuk itu dia mengajak beberapa temannya untuk menyalurkan hobinya.

Sedangkan para personel yang mendukung Latinos Band masing-masing, Adib (gitar), Yoga (bas), Bayu (piano & keyboard), Santiago (drums & perkusi). Untuk vocal dipercayakan kepada Wulan dan Wahyu. (Iskandar)

Menyinggung lagu-lagu yang dibawakan, mayoritas campuran dari Amerika Selatan seperti lagu-lagu Carlos Santana, lagu-lagu band lama dari Cuba, Puerto Rico, Meksiko dan sebagainya. selain itu Santiago juga mengcaver beberapa lagu terkenal bergenre Latin lainnya.

Saat ini musisi band-nya dinilai lumayan memadai karena sudah ada drum, gitar, bas, organ dan sebagainya.

“Sebenarnya saya ingin menambah menambah personel lagi tetapi bayaran [honor] di Solo kurang bagus,” ujar dia sambil terkekeh.

Ditanya respons masyarakat terhadap musik Latin, Santiago menyatakan perkembangan penggemar musik Latin di Solo meski lambat namun tetap ada komunitasnya. Tapi perkembangan komunitas musik Latin di Yogyakarta dinilai lebih cepat.

Hipnotis Puluhan Pengunjung

Sementara itu suasana pertunjukan Latinos di Nawa Bistro Sabtu malam berlangsung semarak. Dua orang vokalis Latinos masing-masing Wulan dan Wahyu mampu menghipnotis puluhan pengunjung yang menyaksikan performance mereka.

Dua vokalis Latinos Band mampu menghipnotis para pengunjung. (Portalika.com/Iskandar)

Dengan fasih kedua vokalis ini mampu mengcaver sejumlah lagu bergenre Latin dengan nyaris sempurna. Kondisi ini membuat para pengunjung yang menyaksikan menggut-manggut.

Bahkan beberapa di antara mereka yang tak bisa menahan diri langsung memberanikan diri turun melantai.

Mereka ada yang berpasangan laki-laki dan perempuan dan ada pula yang sesama perempuan berpasangan mengikuti beberapa irama lagu Latinos.

Yang menarik, pada performance Latinos ini para pengunjung juga dibebaskan mengajukan reques lagu. Karena itu puluhan lagu yang disajikan menjadi lebih bervariasi.

Santiago mengakui Latinos tidak memainkan lagu secara genuine, tapi mengaransemen ulang sesuai selera namun tetap merdu dan bisa dinikmati, bahkan sambil berdansa. (Iskandar)

Komentar