Portalika.com [BOYOLALI] – Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Marisa Sinartya Loudina jurusan Akuntansi melakukan program Kerja Kuliah Nyata (KKN) yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi sumber daya lokal, seperti singkong yang dapat diolah menjadi produk inovatif yang bernilai ekonomi tinggi.
Marisa KKN di Desa Bercak, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali dengan Dosen Pembimbing KKN, Dr Muchammad, ST, MT dan Lisa’a Yihaa Roodhiyah, SSi, MSi.
Program Marisa ini dilakukan di RT 006 Desa Bercak dan diikuti warga yang sangat antusias. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga dalam pengembangan usaha kecil dan menengah di desa.
Baca juga: Revolusi Bisnis UMKM Dengan Teknik Ecoprinting
Program diawali dengan pengenalan kewirausahaan yang meliputi pengenalan pentingnya pola pikir kewirausahaan, tahapan memulai berwirausaha, penentuan harga jual dan tips menjalankan bisnis yang sukses.
Mahasiswa KKN menjelaskan bagaimana memanfaatkan sumber daya di Desa Bercak untuk mengubahnya menjadi peluang bisnis. Ia mencontohkan ide produk yang berbahan utama tepung tapioka sebagaimana terbuat dari singkong.
Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dimana warga berkesempatan bertanya dan berbagi pengalaman terkait bisnis yang saat ini mereka miliki atau ingin mereka kelola.
Mahasiswa KKN juga memberikan tanggapan yang bermanfaat serta solusi dan ide baru yang dapat digunakan warga untuk mengembangkan bisnisnya. Selain menyajikan informasi, Mahasiswa KKN juga mengajak warga untuk berpatisipasi dalam tahapan dalam berwirausaha.
Tujuan dari simulasi ini adalah untuk memberikan gambaran proses produksi, pembuatan dan pemasaran produk. Warga terlihat sangat antusias dan terlibat aktif dalam proses ini.
Kegiatan ini diakhiri dengan pesan dari .ahasiswa KKN yang mendorong warga untuk terus mengembangkan semangat berwirausaha dan tidak takut mencoba hal baru. Ia juga menegaskan pentingnya kerjasama antar warga untuk meningkatkan perekonomian desa.
Harapan dari program ini adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Desa Bercak melalui pengembangan wirausaha dan produk lokal seperti Boci Instan Bercak (BIB), serta membangun keterampilan, pengetahuan, dan kerja sama dalam masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Penulis: Mahasiswa KKN Sinartya Loudina, Akuntansi (Fakultas Ekonomika dan Bisnis)
Editor: Suryono












Komentar