Revolusi Bisnis UMKM Dengan Teknik Ecoprinting

banner 468x60

Portalika.com [BOYOLALI] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata( KKN) TIM II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, berinovasi menjadikan teknik ecoprinting dari tas kanvas untuk peluang bisnis UMKM Desa Bercak, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali.

Ecoprint merupakan salah satu teknik pewarnaan tekstil kontemporer yang ditemukan pada abad 20. Teknik pewarnaan tersebut menggunakan bahan alami di antaranya bunga, batang, daun dan akar yang tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan.

banner 300x250

Teknik pewarnaan ecoprint merupakan kategori teknik pewarnaan pencapan. Warna yang dihasilkan dari teknik pewarnaan ecoprint adalah berbentuk motif yang menyerupai bentuk bahan pewarna yang digunakan.

Baca juga: Inovasi Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung Menjadi Briket

Bahan yang digunakan biasanya berupa tumbuh-tumbuhan bisa bagian daun, bunga, batang maupun akar yang memiliki kriteria tertentu.

Mahasiswa KKN TIM II Undip mengedukasi serta mempraktikkan cara membuat tas ecoprint. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 5 Agustus 2024 di Desa Bercak.

Portalika.com/Ist

Target sasaran yaitu ibu rumah tangga. Mahasiswa KKN TIM II Undip melakukan kegiatan tersebut dengan ibu rumah tangga secara bersama-sama.

Mulai dari menyediakan alat dan bahan seperti tas kanvas, daun-daunan, palu dan plastik dan juga langsung mempraktekkan cara membuatnya dari menempelkan daun ke tas kanvas lalu ditutup dengan plastik.

Kemudian daun atau bunga tersebut dipukul hingga daunnya menempel pada tas, setelah daun atau bunga sudah menempel, daun tersebut dicelupkan ke dalam air yang sudah dicampur dengan tawas, agar hasil cetakan dari daun atau bunga tersebut menempel dengan sempurna, setelah itu tas tersebut dijemur hingga kering, lalu siap di pakai.

Cara tersebut sangat praktis dan menguntungkan yang dimana tas ecoprint ini berpeluang untuk dijadikan bisnis demi kemajuan UMKM Desa Bercak. Mahasiswa KKN TIM II Undip berharap agar kegiatan tersebut bermanfaat bagi masyarakat Desa Bercak. (*)

Penulis: Mahasiswa KKN Tim II Undip, Desa Bercak, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali
Editor: Suryono

Komentar