Portalika.com [SRAGEN] – Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Hal tersebut menjadi perhatian Fatika Aulia Agus Saputri, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi (Unisri), melalui program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) berupa sosialisasi ketahanan pangan dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan melalui Budidaya Sayuran Polybag”.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Gesi pada 23 Juli 2026 tersebut menyasar ibu-ibu RT 13. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang belum produktif sebagai tempat budidaya tanaman sayuran.
Pekarangan rumah sering kali hanya dimanfaatkan sebagai halaman atau ruang terbuka tanpa kegiatan produktif. Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai jenis tanaman pangan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi budidaya sayuran menggunakan polybag.
Menurut Fatika, pemanfaatan pekarangan tidak harus dilakukan dengan lahan yang luas. Masyarakat dapat memulai kegiatan bercocok tanam dari ruang yang tersedia di sekitar rumah dengan menggunakan wadah sederhana seperti polybag.
“Budidaya menggunakan polybag dapat menjadi pilihan bagi masyarakat karena tidak membutuhkan lahan yang luas. Masyarakat dapat menyesuaikan jumlah tanaman dengan kondisi dan luas pekarangan masing-masing,” jelas Fatika dalam kegiatan sosialisasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai dasar-dasar budidaya sayuran menggunakan polybag.
Materi yang disampaikan meliputi pemilihan lokasi penanaman, persiapan polybag, pemilihan dan penyusunan media tanam, pemilihan benih atau bibit, teknik penanaman, penyiraman, pemeliharaan tanaman, hingga pemanenan.
Selain memberikan pengetahuan teknis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan pekarangan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.
Masyarakat diajak untuk melihat pekarangan bukan hanya sebagai bagian dari lingkungan rumah, tetapi juga sebagai salah satu sumber pangan yang dapat dikelola secara mandiri.
Budidaya sayuran di pekarangan dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga. Sayuran yang ditanam dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Dengan demikian, keluarga tidak sepenuhnya bergantung pada pembelian sayuran dari luar dan dapat memanfaatkan hasil budidaya sendiri.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memulai ketahanan pangan dari tingkat keluarga. Ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai melalui kegiatan berskala besar.
Pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar rumah dapat menjadi langkah awal yang sederhana namun memiliki manfaat dalam jangka panjang.
Selama sosialisasi, ibu-ibu RT 13 turut berpartisipasi dalam diskusi mengenai budidaya sayuran. Peserta dapat menyampaikan berbagai pertanyaan terkait cara menanam, perawatan tanaman, pemilihan media tanam, serta pemanfaatan lahan pekarangan yang tersedia di rumah masing-masing.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan melalui budidaya sayuran memiliki peluang untuk diterapkan di lingkungan masyarakat. Metode polybag yang relatif sederhana memungkinkan kegiatan budidaya dilakukan oleh masyarakat dengan keterbatasan lahan sekalipun.
Melalui kegiatan tersebut, Fatika berharap masyarakat tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga dapat menerapkannya secara langsung di rumah.
Pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan diharapkan dapat menciptakan lingkungan rumah yang lebih produktif sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Harapannya, setelah sosialisasi ini masyarakat dapat mulai memanfaatkan pekarangan masing-masing, meskipun dimulai dari beberapa polybag terlebih dahulu. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan keluarga,” ujar Fatika.
Program kerja individu ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu pertanian yang diperoleh Fatika selama menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian Unisri.
Melalui kegiatan KKN, ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dapat diterapkan secara langsung untuk memberikan edukasi dan manfaat bagi masyarakat.
Pemanfaatan pekarangan melalui budidaya sayuran polybag diharapkan dapat terus dilakukan setelah kegiatan KKN berakhir. Masyarakat dapat mengembangkan kegiatan tersebut secara bertahap dengan menambah jumlah maupun jenis tanaman sesuai dengan kebutuhan keluarga dan kondisi lingkungan.
Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah, masyarakat Desa Gesi diharapkan dapat membangun kebiasaan bercocok tanam secara mandiri. Dari langkah sederhana ketahanan pangan keluarga dapat mulai dibangun dan dikembangkan secara berkelanjutan. (*)
Penulis: Fatika Aulia Agus Saputri, Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta
Editor: Suryono












Komentar