Portalika.com [SURAKARTA] – Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan kasus penyakit rabies di berbagai daerah menjadi perhatian serius baik bagi masyarakat umum maupun otoritas kesehatan. Rabies, yang dikenal sebagai penyakit anjing gila, disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat hewan berdarah panas, termasuk manusia. Penyakit ini bersifat akut dan dapat berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan segera.
Pola Penyebaran Penyakit Rabies
Humanis merupakan “dead end” atau terminal akhir dari siklus penularan rabies. Hal ini berarti bahwa manusia tidak dapat menularkan kembali virus tersebut ke hewan. Penyebaran utama rabies terjadi melalui gigitan hewan yang terinfeksi, seperti anjing liar atau anjing peliharaan yang tidak divaksinasi. Ketika salah satu dari hewan-hewan ini terjangkit rabies dan menggigit hewan lain, risiko penularan semakin meningkat. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa hewan peliharaan mendapatkan vaksin rabies secara teratur.
Gejala Klinik pada Penyakit Rabies pada Manusia
Gejala rabies pada manusia dapat dibagi menjadi beberapa stadium:
- Stadium Prodromal: Pada fase awal ini, penderita sering mengalami gejala tidak spesifik seperti gelisah, demam, malaise, mual, dan sakit kepala. Selain itu, ada juga sensasi gatal dan nyeri di tenggorokan yang dapat berlangsung selama beberapa hari.
- Stadium Sensoris: Gejala pada tahap ini termasuk nyeri, rasa panas, dan kesemutan di area bekas luka gigitan. Penderita juga mulai merasa cemas dan menunjukkan reaksi berlebihan terhadap rangsangan sensoris.
- Stadium Eksitasi: Pada tahap ini, tonus otot dalam tubuh mengalami peningkatan aktivitas simpatik, menyebabkan gejala seperti ketakutan yang berlebihan, rasa haus, serta sensitif terhadap rangsangan seperti cahaya dan suara keras.
- Stadium Paralis: Sebagian besar penderita rabies akan mengalami kematian pada tahap ini, meskipun ada juga kasus yang tidak menunjukkan gejala eksitasi, tetapi mengalami progresi paralis otot.
Penting untuk menyadari gejala-gejala ini agar bisa segera mendapatkan penanganan medis. Vaksinasi sesegera mungkin setelah terjadinya gigitan hewan yang dicurigai terinfeksi rabies dapat menyelamatkan nyawa.
Baca juga: Perkembangan Terkini dalam Pengobatan Kesehatan Mental: Dari Psikoterapi hingga Terapi Alternatif
Sebagai penutup, meningkatkan kesadaran tentang penyakit rabies, cara penyebarannya, dan langkah-langkah pencegahannya sangat krusial untuk mengurangi angka kejadian rabies di masyarakat. Setiap individu memiliki peran penting dalam melindungi diri dan orang lain dari ancaman penyakit berbahaya ini.
Penulis : Maghfirah Firman, PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL SURAKARTA
Editor : Tri Wahyudi












Komentar