Membela dan Melindungi: Sosialisasi Anti Bullying untuk Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Positif oleh Mahasiswa Unisri

Salma Putri Kusumasari, dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) Solo

banner 468x60

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata PMM Unisri Solo telah melaksanakan program kerja sosialisasi mengenai Anti Bullying dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis Video Based Learning (VBL) kepada siswa-siswi kelas IV, V, dan VI sebanyak 30 orang di SD Negeri 1 Kasihan, Kelurahan Kasihan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini merupakan program kerja individu Salma Putri Kusumasari, dari program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) Solo yang merupakan salah satu anggota KKN-PPM kelompok 74 Kelurahan Kasihan. Program kerja ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juli 2024.

banner 300x250

Program ini bertujuan untuk melindungi kesejahteraan fisik, emosional, dan psikologis siswa dari dampak negatif yang disebabkan oleh bullying. Program anti bullying membantu membangun budaya sekolah yang positif, inklusif, dan menghargai keragaman di antara siswa dan staf sekolah. Program ini juga bertujuan untuk mendorong siswa untuk memahami dan menghargai perbedaan individu serta menumbuhkan sikap empati terhadap sesama.

“Kegiatan ini mendorong siswa untuk membantu mengembangkan keterampilan sosial siswa dan memberikan strategi untuk mengatasi konflik secara konstruktif melalui metode pembelajaran berbasis Video Based Learning dengan cara Movie Time bersama,” ujar Salma Putri Kusumasari.

Video based learning merupakan penyampaian materi maupun keterampilan dengan menggunakan video, yang setidaknya memiliki dua elemen yaitu visual dan audio. Setidaknya video based learning memiliki beberapa kelebihan, yaitu lebih efektif dan efisien, lebih dipahami dan mendukung pembelajaran aktif, meskipun pembelajaran dilakukan secara daring atau online.

Dalam pelaksanaannya, Salma Putri Kusumasari memberikan pemaparan materi mengenai Anti Bullying terlebih dahulu lalu menayangkan video animasi anak mengenai bullying yang terjadi di sekolah. Setelah itu siswa diberikan sebuah games yang berupa contoh benar atau salah perilaku yang ditunjukan oleh gambar dan diberikan sebuah gambaran ilusi untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi anti bullying. Hal ini digunakan untuk membantu siswa memahami dan mengingat informasi dengan baik.

Setiap siswa sekolah dasar hampir semua bisa mengikuti kegiatan dan mengikuti games yang diberikan dengan baik serta menambah antusias siswa dalam belajar. Harapannya siswa dapat memahami dan menghargai perbedaan individu serta menumbuhkan sikap empati terhadap sesama, dapat membantu mengembangkan keterampilan sosial siswa dan memberikan strategi untuk mengatasi konflik secara konstruktif.

“Menurut saya kegiatan ini Sosialisasi anti-bullying di sekolah dasar sangat penting dan memiliki dampak yang signifikan. Sosialisasi ini membantu siswa memahami apa itu bullying, bentuk-bentuknya, dan dampaknya terhadap korban. Dengan pengetahuan yang cukup, siswa dapat lebih peka terhadap perilaku bullying. Menciptakan Lingkungan Aman, Melalui program-program anti-bullying, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua siswa. Ini penting untuk mendukung perkembangan sosial dan emosional mereka,” ujar Salma Putri Kusumasari.

Harapan diadakan sosialisasi anti-bullying di sekolah dasar yaitu Lingkungan Sekolah yang Aman, Harapan utama adalah terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa, di mana mereka dapat berinteraksi tanpa rasa takut akan intimidasi atau perlakuan buruk.(*)

Komentar