Portalika.com [SRAGEN] – Guna menekan maraknya fenomena kasus kekerasan di lingkungan masyarakat, mahasiswa KKN-PPM Kelompok 44 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan kegiatan edukatif di Balai Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Rabu, 12 Agustus 2026. Sosialisasi bertajuk “Gen-Bebas” ini memfokuskan materi pada penanganan kasus kekerasan seksual remaja melalui pendekatan pemahaman tubuh dan koridor hukum.
Program yang diinisiasi oleh Amanatul Latifah, Dimas Febbryan, dan Hanyfa Rahesti ini bertujuan menciptakan ruang aman bagi kelompok usia belia yang sedang mengalami masa transisi menuju kedewasaan.

Latifah menegaskan pentingnya memberikan pemahaman komprehensif mengenai batasan fisik dalam interaksi sosial sehari-hari.
“Edukasi seks dan batasan tubuh ini sangat penting untuk diberikan kepada remaja agar bisa menjaga diri dan tahu batasan tubuh maupun batasan-batasan dalam pergaulan,” ujar Latifah di sela-sela kegiatan.
Selain memberikan materi pengenalan fisik, tim KKN Unisri melengkapi kegiatan ini dengan panduan hukum praktis. Hanyfa Rahesti menyampaikan bahwa pengetahuan mengenai payung hukum sangat krusial agar para remaja tidak merasa takut ketika menghadapi potensi tindak kejahatan.
“Penyuluhan hukum terhadap kasus kekerasan seksual sangat berdampak terhadap remaja Desa Trombol. Penyuluhan tersebut juga sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan, mekanisme pelaporan, serta perlindungan hukum terhadap korban,” jelas Hanyfa.
Untuk memperkuat kredibilitas materi, panitia menghadirkan alumni Fakultas Hukum Unisri, Anggraeni Veronica Safitri, S.H., sebagai narasumber utama. Kehadiran pakar hukum ini memicu antusiasme tinggi dari para peserta yang secara aktif mengajukan pertanyaan seputar hak-hak anak dan remaja di mata hukum.
Inisiatif ini mendapatkan apresiasi penuh dari Pemerintah Desa Trombol. Kepala Desa Trombol menyambut hangat gagasan tersebut dan menyatakan ketertarikannya untuk kembali menggelar kegiatan serupa dengan jangkauan peserta yang lebih luas di masa mendatang.
Melalui sosialisasi ini, para remaja di Desa Trombol diharapkan tidak hanya paham mengenai etika pergaulan dan perlindungan diri, tetapi juga memiliki keberanian untuk melapor (speak up) apabila melihat atau mengalami tindakan pelecehan.
Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem masyarakat yang responsif, aman, dan ramah anak di wilayah Kabupaten Sragen. (Latifa)












Komentar