Paus Leo Minta Perang di Gaza, Ukraina dan Perbatasan India Pakistan Dihentikan, Siap Jadi Penengah

banner 468x60

Portalika.com [INGGRIS] – Paus Leo XIV menyerukan penghentian perang di Gaza, Ukraina dan perbatasan India-Pakistan, ketika memimpin misa Minggu di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Paus Leo XIV menyatakan tekadnya mewujudkan perdamaian dunia serta kesediaan Takhta Suci untuk menjadi mediator demi menyelesaikan konflik bersenjata di berbagai tempat di dunia.

banner 300x250

Terkait hal itu, Paus Leo pada Kamis, 15 Mei 2025 berdiskusi dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengenai upaya mengakhiri konflik, khususnya untuk mencapai perdamaian di Ukraina dan Jalur Gaza.

“Kami membahas upaya yang diperlukan untuk menghentikan senjata di mana pun konflik sedang berkecamuk di seluruh dunia, terutama untuk mencapai perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan di Ukraina dan Gaza,” tulis Macron di platform X, seraya mengatakan ini adalah percakapan pertamanya dengan paus yang baru.

Paus Leo XIV mengatakan akan berusaha sekuat tenaga supaya perdamaian terwujud. Pernyataan seruan untuk menghentikan perang disampaikan saat pidato di hadapan umat yang berkumpul di lapangan Santo Petrus, Vatikan.

“Saya juga memohon kepada para pemimpin dunia dengan mengulang pesan yang selalu relevan: Jangan pernah lagi perang!” ujar Leo XIV, mengutip laporan Vatican News dikutip dari Antara.

Sejumlah warga menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Kota Gaza, Palestina, Jumat, 9 Mei 2025. (Portalika.com/Antara-Xinhua-Rizek Abdeljawad-aa)

Diketahui, Kardinal Robert Prevost terpilih sebagai paus baru pada pekan lalu dan mengambil nama Leo XIV, paus pertama Amerika Serikat yang dalam sejarah Gereja Katolik yang lahir di Amerika Serikat.

Sembari mengucapkan selamat kepada paus, Presiden Prancis, Macron mengatakan bahwa mereka memiliki ambisi yang sama untuk mengoordinasikan perjuangan melawan kemiskinan dan perlindungan terhadap planet ini.

Marcon menambahkan mereka akan mendukung siapa pun yang bekerja demi perdamaian dan dialog antarbangsa.

Paus Leo XIV juga mendorong para pemimpin dunia dengan sepenuh hati untuk “bertemu, berbicara dan bernegosiasi”.

Bercermin dari konflik-konflik besar yang terjadi dari Tanah Suci ke Ukraina, dari Lebanon ke Suriah, dari Timur Tengah hingga Tigray (di Ethiopia) dan Kaukasus, Paus menyerukan supaya umat manusia bangkit dari kengerian semacam itu.

“Kedamaian Kristus bukanlah keheningan yang menyeruak setelah konflik tetapi seharusnya adalah hadiah yang berarti bagi semua, hadiah yang membawa kehidupan baru,” kata Paus Leo XIV.

“Mari kita berdoa untuk perdamaian ini, yang berarti rekonsiliasi, pengampunan dan keberanian membalik halaman dan memulai halaman baru,” ucap Sri Paus. (ANT/Anadolu/Nabil Ihsan/Yashinta Difa)

Editor: Triantotus

Komentar