Peringati Dies Natalis ke-46, Pejabat Unisri Diarak Naik Andong Dari Kampus I ke Kampus Baru

banner 468x60

Prtalika.com [SURAKARTA] – Peringatan Dies Natalis ke-46 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Jateng baru-baru ini dirayakan dengan sederhana namun menarik. Sejumlah pejabat Unisri mengikuti kirab dari Kampus I ke gedung kampus baru yang juga digunakan untuk berbagai kegiatan dengan menunggang beberapa andong atau kereta berkuda.

Mereka di antaranya para pengurus yayasan, rektor dan wakil rektor, dekan dan wakil dekan, dari kampus utama ke kampus baru, sejauh kira-kira 300 meter naik andong. Arak-arakan para pejabat yang mengenakan busana tradisional lurik ini sempat meyita perhatian para pengguna jalan dan masyarakat yang dilewati kirab tersebut.

banner 300x250

Di kampus baru ini mereka mengikuti acara pentas seni yang digelar di aula lantai tujuh. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya disusul dengan berbagai sajian pentas dari setiap fakultas.

Dekan Fakultas Hukum, Dr Dora Kusumastuti mengutarakan kain lurik yang merupakan salah satu pakaian tradisional Indonesia selain enak dikenakan juga mempunyai makna filosofis.

“Lurik itu simbol dari kesederhanaan, simbol kebersamaan. Mari kita bangun Unisri dengan semangat kebersamaan dan kesederhanaan,” papar dia.

Harus Manfaat Untuk Rakyat
Sementara itu Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo mengatakan, Dies Natalis ke-46 Unisri kali ini mengambil tema Membangun Kolaborasi untuk Mewujudikan Perguruan Tinggi yang Membumi dan Mengglobal. Artinya kampus ini harus terintegrasi dengan masyarakat, punya nilai di masyarakat baik nilai lokal maupun nasonal.

“Intinya kampus ini harus mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat, dan apapun yang dilakukan Unisri harus memberikan solisi bagi persoalan di masyarakat,” ujar dia ketika ditemui awak media di sela-sela acara.

Sedangkan mengglobal artinya ke depan Unisri harus melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa bernilai nasional. Baik dari sisi kerja samanya, kegiatan mahasiswa maupun kegiatan dosen.

Selain itu pihaknya terus akan melakukan kegiatan penelitian internasional, kegiatan pengabdian internasional dan kuliah kerja nyata (KKN) internasional. Menurut dia kata kunci untuk bisa membumi dan mengglobal harus ada kolaborasi, baik kolaborasi eksternal maupun internal.

Untuk KKN internasional pihaknya ikut program Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), namun pihaknya juga menyelenggarakan sendiri. Tahun 2025 ada tiga mahasiswa Unisri yang melakukan KKN internasional.

Mereka KKN di Malaysia dan ini kali pertama Unisri mengikutkan mahasiswanya KKN internasional, begitu pula dengan Jateng juga kali pertama.

“Saat ini kami sudah menjalin kerja sama dengan sekitar 10 negara baik dari Asean maupun di luar Asean. Negara Asean yang belum ada jalinan kerja sama hanya Singapura. Karena negara ini masuk kategori negara sudah maju,” tegas Sutoyo. (Iskandar)

Komentar