Perkuat Moderasi Beragama, ISI Solo dan Masjid Raya Sheikh Zayed Teken MoU Diplomasi Budaya

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Langkah strategis dalam memperkuat moderasi beragama dan diplomasi budaya melalui pendekatan seni resmi dijalankan di Kota Solo. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo, Jateng bersama Badan Pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed Solo resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), Minggu, 8 Maret 2026 malam.

Momen penting ini terasa semakin bermakna karena dilaksanakan bertepatan dengan puncak peringatan Nuzulul Quran di area Masjid Raya Sheikh Zayed yang berdiri megah di Kota Solo yang juga dikenal sebagai Kota Budaya ini.

banner 300x250

Siaran pers dari ISI menyebutkan penandatanganan kerja sama strategis ini dilakukan langsung Rektor ISI Solo, Dr Bondet Wrahatnala, SSos, MSn dan Direktur Badan Pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, PhD.

Kerja sama ini bertujuan menyinergikan lembaga pengelola ruang publik religius dengan perguruan tinggi seni, untuk mengembangkan program-program edukatif, kultural, dan sosial berbasis seni yang mendukung penguatan nilai-nilai moderasi beragama serta diplomasi budaya.

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo saat ini tidak hanya berperan sebagai pusat peribadatan, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang publik yang terbuka untuk aktivitas edukatif, sosial, dan kultural masyarakat. Masjid ini mengemban mandat penting sebagai pusat literasi moderasi beragama dan diplomasi budaya antarbangsa.

Di sisi lain, ISI Solo sebagai perguruan tinggi negeri bidang seni memiliki mandat menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kearifan budaya.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk menyinergikan potensi dan sumber daya yang dimiliki guna mengembangkan berbagai program kolaboratif yang memanfaatkan pendekatan seni sebagai media penguatan literasi keagamaan, moderasi beragama, serta dialog budaya yang inklusif.

Ruang lingkup kerja sama antara kedua lembaga meliputi pemanfaatan kawasan dan fasilitas Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sebagai ruang edukasi publik dan ekspresi budaya. Penyelenggaraan kegiatan seni seperti pameran, pertunjukan, diskusi, dan kurasi program; serta pelaksanaan penelitian, penciptaan karya, dokumentasi artistik, dan publikasi ilmiah yang memanfaatkan lingkungan masjid sebagai objek kajian.

Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pelaksanaan kegiatan pembelajaran kontekstual, praktik akademik mahasiswa, hingga pengembangan program kreatif berbasis nilai-nilai keislaman yang selaras dengan prinsip moderasi beragama.

Diplomasi Budaya Nasional dan Internasional
Sementara itu Rektor ISI Solo, Dr Bondet Wrahatnala, menyampaikan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperluas peran seni sebagai medium dialog sosial dan kultural yang mampu memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di ruang publik.

“Melalui kolaborasi ini, seni diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat secara harmonis, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi seni dalam menghadirkan praktik akademik yang relevan dengan dinamika sosial,” papar dia.

Di bagian lain Direktur Badan Pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, PhD, menegaskan kerja sama dengan ISI Solo merupakan bagian dari upaya menjadikan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sebagai ruang publik religius yang inklusif, terbuka, dan edukatif bagi masyarakat luas.

Dia berharap melalui sinergi ini, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan budaya dan kreativitas yang mendukung penguatan moderasi beragama, serta memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Nota Kesepahaman ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun dan akan ditindaklanjuti melalui berbagai perjanjian kerja sama teknis yang mengatur pelaksanaan program-program konkret antara kedua pihak.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, ISI Solo dan Badan Pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed Solo berharap dapat menghadirkan berbagai kegiatan seni dan edukasi yang tidak hanya memperkaya kehidupan budaya masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keberagaman, toleransi, dan dialog antarbudaya di ruang publik. (Iskandar)

Komentar