Portalika.com [BENGKULU] – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan program belajar yang dicetuskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (kemendikbudristek) yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan dan keahlian yang berguna untuk memasuki dunia kerja.
Program ini memberi peluang kepada mahasiswa aktif semester 3, 5 dan 7 untuk belajar di luar kampus. Dalam mengambil kesempatan ini Unisri, Solo meluncurkan 9 program salah satunya yaitu Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM).
PMM merupakan program dari MBKM yang mana mahasiswa di beri peluang untuk belajar di kampus lain yang berada di luar pulau. Puput Anggrahini, mahasiswa Unisri, Rabu, 28 Desember 2023 bercerita, dalam program institusional Support System (ISS) Unisri bekerjasama dengan perguruan tinggi dari berbagai pulau antara lain Universitas Negeri Padang, Universitas Warmadewa, Universitas Tanjung Pura, dan Universitas Bengkulu dalam rangka pertukaran mahasiswa ISS MBKM.
Baca juga: Mengenal Wisata Alam, Sejarah Dan Budaya Kota Bengkulu Melalui Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Program yang dia ikuti yakni PMM ke Universitas Bengkulu di Kecamatan Muara Hulu Bangka, Kandang Limun, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Kegiatan dilakukan selama 4 bulan yaitu kuliah. “Karena ini PMM mandiri atau kerja sama antar kampus jadi kami tidak mengikuti modul Nusantara Bersama dengan PMM Dikti lainnya namun tidak menjadi masalah karena tinggal dengan mereka satu asrama itu sudah sangat bersyukur sekali. Bisa bertemu dengan mereka berbagai pulau dan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” katanya.
Di Universitas Bengkulu, ujarnya, sistem pembelajaran sangat baik karena dirinya di ajar oleh dosen profesional di bidangnya kegiatan praktikumnya sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan. “Berbeda dengan PT asal yang mana pembelajarannya sangat santai sekali dan praktikumnya hanya 1 semester sekali namun di PT penerima pembelajaran sangat padat serta praktikum yang dilaksanakan rutin tiap minggu menjadikan kami produktif disana,” katanya.
Hal tersebut membuktikan bahwa tujuan dari program MBKM berhasil sehingga dapat meningkatkan wawasan mahasiswa, memberi kesempatan mahasiswa untuk mendapat pengalaman belajar di perguruan tinggi penerima serta mendapat pengakuan SKS (Satuan Kredit Semester) oleh Perguruan Tinggi asal.
“Saya sanggat bangga mengikuti program ini karena selain mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman dari berbagai suku, ras, agama dan budaya. Saya juga mendapat wawasan baru mengenai Kota Bengkulu yang mana Kota Bengkulu sebagai kota tempat pengasingan Bung Karno, dan di kota ini lah Bung Karno bertemu dengan Ibu Fatmawati sang penjahit bendera pusaka merah putih. Di kota ini lah asal emas yang ada di puncak monas tepatnya dari daerah Kepahiang,” katanya.
Walaupun programnya hanya 4 bulan namun pengalamannya tidak akan pernah terlupakan sesuai dengan semboyan “Bertukar sementara. Bermakna Selamanya.” (Heris/*)












Komentar