Portalika.com [SOLO] – Puluhan calon wisudawan dan wisudawati Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Jateng mengikuti acara pembekalan. Acara tersebut dikemas dalam agenda personality excellent atau pengembangan kepribadian.
“Intinya pada kegiatan ini mereka dibekali untuk memasuki dunia kerja. Karena tantangan terberat pascalulusan adalah di dunia kerja. Kalau di masyarakat saya kira itu sudah hal biasa,” ujar Rektor Unisri, Prof Dr Drs Sutoyo, MPd ketika ditemui seusai acara Pendidikan dan Latihan Pengembangan Kepribadian Calon Wisudawan/ti, Jumat, 3 Mei 2024.
Menurut dia acara tersebut juga diberikan mengingat pentingnya dunia kerja. Sehingga mereka dibekali pengetahuan tentang dunia kerja, kepribadian dan tentunya persoalan-persoalan umum tentang mental menghadapi kehidupan di masyarakat.
Baca juga: Mahasiswi Unisri Juara II Kompetisi Internasional, Singkirkan Peserta 8 Negara Lainnya
Diharapkan setelah mengikuti acara ini mahasiswa lebih percaya diri dan lebih siap terjun di masyarakat. Karena masyarakat justru dianggap kampus yang sejati dan kampus yang tidak terbatas.
Karena pada dasarnya mahasiswa berasal dari masyarakat maka juga harus kembali ke masyarakat. Dengan kuliah sekitar empat tahun tentu menjadi bekal.
Sebab mahasiswa dibekali dengan kompetensi profesional, kompetensi personaliti atau kepribadian, kompetensi organisasi sosial dan kompetensi kewirausahaan.
Dengan empat kompetensi itu mereka diharapkan siap betul tidak canggung, percaya diri ketika di tengah-tengah masyarakat.
Sutoyo menambahkan berdasar catatannya alumni Unisri dari bidang tertentu para lulusannya sudah banyak dicari. Di antaranya selama ini para lulusan FKIP banyak dicari, oleh sekolah-sekolah swasta yang membuka lowongan.
Menyinggung efektivitas jobs fair di Unisri, dia mengatakan kegiatan ini memberi kesempatan para pencari kerja ketemu dengan pengguna. Kegiatan ini sering kali digelar di berbagai kampus karena setiap kampus berkewajiban menyelenggarakannya.
“Ini penting karena kampus tidak sekadar menerima dan meluluskan, tapi tidak memikirkan para lulusan. Maka jobs fair itu sangat penting dan saya kira sangat efektif. Jobs fair di sini tidak hanya untuk kalangan internal Unisri, tapi untuk umum dan insya Allah akan dilaksanakan di Bulan Juni,” papar dia.
Unisri Punya LSP
Sutoyo mengungkapkan Unisri sudah mempunyai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ini khususnya akan dilaksanakan untuk uji kompetensi terkait dengan kewirausahaan. Pihaknya bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), itu sifatnya baru imbauan sebagai bonus wisudawan terbaik diberi fasilitas uji kompetensi.
Ke depan Unisri sudah mencanangkan setiap lulusan harus mengikuti uji kompetensi. Jadi mahasiswa tahun 2024/2025 sudah diprogramkan. Biayanya dibebankan kepada yang bersangkutan diikutkan biaya masuk perguruan tinggi.
“Termasuk ada test Toefl [test of English as a Foreign Language-red] tapi untuk saat ini masih imbauan. Karena itu berbayar. Tapi untuk mahasiswa tahun 2024/2025 sudah kita wajibkan,” tegas dia.
Jadi, ujar dia, nanti mereka di semester tujuh sudah diklat uji kompetensi, sehingga mereka akan mendapat sertifikat dari BNSP. Semua nanti akan ada uji Toefl Bahasa Inggris yang nilainya berapapun tak menjadi soal yang penting ikut.
Kalau ditentukan standar atau batas nilai nanti dikhawatirkan banyak yang tidak lulus, sehingga tidak bisa wisuda. Sebelum kesitu pihaknya mengimbau mahasiswa agar ikut kursus Bahasa Inggris.
Sehingga pada seleksi awal mereka yang nilainya tidak masuk standar agar ikut kursus Bahasa Inggris. Setelah itu baru uji Toefl Bahasa Inggris. (Iskandar)












Komentar