Mahasiswa FE Unisri Magang di Kelurahan Penumping, Praktikkan Ilmu Administrasi Publik

Integrasikan Teori Kuliah dengan Praktik Nyata di Ujung Tombak Pelayanan Publik

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Dua mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta telah menyelesaikan program magang kerja selama 40 hari di Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan. Kegiatan yang berlangsung dari 3 November hingga 23 Desember 2025 ini merupakan pemenuhan mata kuliah wajib Semester 7, yang dirancang untuk menjembatani ilmu teoritis dengan dinamika kerja sesungguhnya di instansi pemerintah.

Program ini diikuti oleh Kelompok 70 yang terdiri dari Valentina Tresnawati (22200160) dan Laurensia Asali Putri (22200162). Selama periode magang, mereka mendapatkan bimbingan ganda: secara akademik oleh Dosen Pembimbing Naufal Athiya Primananda, S.M., M.M., dan secara teknis oleh para perangkat Kelurahan Penumping.

banner 300x250

Selama 40 hari, kedua mahasiswa tidak sekadar observasi. Mereka terlibat aktif dalam berbagai tugas pokok kelurahan. Valentina Tresnawati, salah satu peserta, menuturkan pengalamannya dalam mengelola arsip, mendata dokumen kependudukan, membantu proses surat-menyurat resmi, hingga melayani masyarakat yang datang ke kantor kelurahan.

“Pengalaman langsung dalam pelayanan administrasi publik ini sangat berbeda dengan membaca teori di buku. Kami belajar menghadapi beragam karakter warga, memahami kompleksitas dokumen, dan pentingnya ketelitian serta keramahan dalam pelayanan,” ujar Valentina.

Keterlibatan ini memberikan pemahaman holistik tentang bagaimana sebuah kelurahan berfungsi sebagai unit terdepan pemerintah dalam menyelesaikan urusan administratif warga, mulai dari surat pengantar, data kependudukan, hingga pencatatan sipil.

Lebih dari sekadar memenuhi SKS, program magang ini memiliki tujuan pembentukan kompetensi yang komprehensif. Dosen Pembimbing, Naufal Athiya Primananda, menjelaskan bahwa targetnya adalah peningkatan hard skill dan soft skill sekaligus.

“Mahasiswa tidak hanya diharapkan menguasai teknis pengarsipan dan administrasi, tetapi juga membangun sikap profesional, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan komunikasi. Ini adalah modal dasar yang sangat dibutuhkan di dunia kerja apa pun, terutama di sektor publik,” jelas Naufal.

Laurensia Asali Putri menambahkan, tantangan terbesar justru pada adaptasi dengan lingkungan kerja yang baru dan sistem birokrasi yang telah baku. “Belajar untuk disiplin waktu, memahami hierarki kerja, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak di kelurahan adalah pelajaran hidup yang sangat berharga,” tuturnya.

Kehadiran mahasiswa magang juga disambut positif oleh pihak Kelurahan Penumping. Sebagai institusi yang berhubungan langsung dengan masyarakat, kelurahan dinilai sebagai laboratorium yang ideal untuk memahami realitas birokrasi dan pelayanan publik.

“Kami membuka ruang agar adik-adik mahasiswa bisa melihat dari dekat bagaimana pemerintahan tingkat bawah bekerja. Mulai dari yang bersifat rutin administratif hingga penanganan masalah warga yang sifatnya unik. Harapannya, mereka mendapat gambaran utuh dan bisa memberikan perspektif segar,” ujar seorang perangkat kelurahan.

Program magang kerja 40 hari ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Ekonomi Unisri dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga matang secara praktis dan berkarakter. Pengalaman langsung di lapangan diharapkan dapat memperkaya CV, membangun jaringan profesional, dan yang terpenting, menanamkan rasa percaya diri serta tanggung jawab sosial.

Dengan bekal pengalaman langsung di ujung tombak pelayanan publik ini, Valentina, Laurensia, dan rekan-rekan mahasiswa lainnya diharapkan dapat menjadi calon tenaga kerja maupun birokrat yang tidak hanya kompeten, tetapi juga empatik dan memahami kebutuhan riil masyarakat. (*)

Komentar