Rangkaian Dies Natalis ke-46 Unisri Solo: Kenalkan Senam ON-OG BEP di Karanganyar

banner 468x60

Portalika.com [KARANGANYAR] – Menyambut momentum Dies Natalis ke-46, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng menunjukkan komitmen nyatanya dalam pengabdian masyarakat. Kali ini, perguruan tinggi swasta terkemuka di Solo tersebut menggelar sosialisasi dan praktik Olahraga Olah Napas dan Olah Gerak Bio Energy Power (ON-OG BEP).

Siaran pers dari Unisri menyebutkan kegiatan edukasi kesehatan berbasis komunitas ini dilaksanakan di Komunitas “Padepokan Dede Pagi”, Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jateng baru-baru ini.

banner 300x250

Agenda ini dihadiri dan diikuti dengan antusias oleh warga setempat yang ingin menjaga kebugaran tubuh secara mandiri.

Materi mengenai manfaat kesehatan ON-OG BEP dipaparkan Prof Dr Siti Supeni, SH, MPd. Dia merupakan Dosen Unisri Solo sekaligus menjabat sebagai Ketua PKBSI (Perkumpulan Komunitas Bio Energy Seluruh Indonesia) Cabang Surakarta.

Dalam pemaparannya, Siti Supeni menjelaskan bahwa BEP merupakan jenis olahraga khusus yang diciptakan almarhum dr Harry J Angga, seorang dokter ahli dari Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin Bandung, Jabar.

Berdasarkan riset medis yang mendalam, ditemukan fakta bahwa tubuh manusia pada dasarnya memiliki kemampuan alami untuk menyembuhkan diri sendiri atau yang dikenal dengan istilah self healing.

Dari temuan ilmiah itulah, lahir formula olah napas dan olah gerak sederhana namun kaya manfaat bagi kesehatan fisik maupun psikis.

“Disamping sebagai autoterapi, ON-OG BEP juga berpartisipasi aktif pada pola kesehatan masyarakat melalui gerakan MUKB, yaitu Merajut Ulang Kesehatan Bangsa. Sasaran utama kami adalah menciptakan masyarakat yang sehat, bugar, produktif, dan bahagia. Gerakan ini terus berkembang pesat melalui Rumah Sehat di Surakarta dan sekitarnya,” jelas Siti Supeni.

Secara teknis, Bio Energy Power merupakan kombinasi harmonis antara olah napas dan gerakan tubuh terstruktur. Terapi ini hanya terdiri atas tiga gerakan sederhana yang dilakukan sembari mengatur ritme napas secara sadar.

Tujuan utama dari tiga gerakan ini adalah untuk mendistribusikan energi vital ke bagian tubuh tertentu. Proses ini dipercaya mampu mengoptimalkan kemampuan autotherapy tubuh, meningkatkan imunitas, serta mempercepat proses pemulihan dari berbagai penyakit.

Disambut Hangat

Program pengabdian masyarakat dalam rangka Dies Natalis Unisri ke-46 ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan zaman saat ini. Pola hidup modern menuntut masyarakat untuk lebih adaptif dalam menjaga kesehatan mandiri dan melakukan pencegahan penyakit berbasis komunitas (community-based health care).

Melalui pengenalan senam ON-OG BEP ini, Unisri Solo ingin memperluas akses masyarakat luas terhadap praktik kesehatan yang:

• Mudah: Gerakannya simpel dan bisa dipelajari dengan cepat oleh semua usia.

• Murah: Tidak memerlukan alat bantu khusus maupun biaya mahal.

• Praktis: Dapat dilakukan bersama-sama di lingkungan rumah atau komunitas lokal.

Kehadiran tim pengabdian dari Unisri disambut hangat oleh warga Padepokan Dede Pagi, Jaten, Karanganyar. Untuk tindak lanjut ke depan, pihak Unisri bersama dengan PKBSI Cabang Surakarta berkomitmen penuh untuk terus memberikan pendampingan intensif bagi komunitas ini. Harapannya, gerakan ON-OG BEP dapat membudaya menjadi bagian dari gaya hidup sehat harian warga.

Melalui perayaan Dies Natalis ke-46 ini, Unisri menegaskan kembali posisinya bahwa peran perguruan tinggi tidak boleh hanya terbatas di dalam ruang kelas atau laboratorium saja.

Kampus harus hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan kontribusi konkret demi mendongkrak derajat kesehatan dan kesejahteraan warga sekitar. (Iskandar)

Komentar