Perkuat Toleransi, Mahasiswa PPKn Unisri Solo Kunjungi Rumah Umat Kepercayaan Baha’i di Pati

banner 468x60

Portalika.com [PATI] – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan memperluas wawasan keberagaman di Indonesia, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng menggelar kunjungan lapangan ke Rumah Umat Kepercayaan Baha’i di Kabupaten Pati, Jateng belum lama ini.

Siaran pers dari Unisri menyebutkan kegiatan edukatif yang bermuatan moderasi beragama ini diikuti oleh 23 mahasiswa. Kunjungan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual di luar kelas guna memahami secara langsung realitas keberagaman agama dan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat.

banner 300x250

Acara dibuka Kepala Program Studi (Kaprodi) PPKn Unisri, Ama Faridasari, SPd, MPd. Dia menegaskan betapa pentingnya bagi calon pendidik untuk memahami perbedaan keyakinan secara objektif.

“Sangat penting bagi kita untuk membangun sikap toleransi yang dewasa di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Lewat interaksi langsung seperti ini, mahasiswa dapat melihat perbedaan dengan kacamata yang jernih dan bijaksana,” ujar Ama.

Ritual, Hukum Nikah, dan Hak Waris Umat Baha’i Pati

Guna mendapatkan data yang komprehensif, para mahasiswa semester aktif ini melakukan sesi wawancara mendalam dengan tokoh dan umat Baha’i setempat. Sesi diskusi dan bedah materi dibagi menjadi dua kelompok besar agar kajian berjalan lebih spesifik.

  • Kelompok Pertama: Berfokus mengkaji ritual keagamaan, peribadatan harian, serta tradisi unik yang dijalankan oleh umat Baha’i. Kelompok ini melangsungkan kegiatan di rumah orang tua Lies.
  • Kelompok Kedua: Mendalami aspek hukum perdata dalam komunitas, khususnya terkait hukum nikah dan sistem hak waris dalam perspektif kepercayaan Baha’i. Kelompok ini mengambil tempat di kediaman Lies.

Melalui pendekatan dialogis ini, mahasiswa PPKn FKIP Unisri berhasil mengupas tuntas ajaran, prinsip dasar, serta bagaimana umat Baha’i mempraktikkan kerukunan hidup beragama berdampingan dengan masyarakat sekitar di Kabupaten Pati.

Perwakilan mahasiswa PPKn FKIP Unisri Solo menjelaskan bahwa ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai dari kuliah lapangan ini, di antaranya:

  1. Memahami ajaran dan prinsip dasar kepercayaan Baha’i secara valid langsung dari penganutnya.
  2. Mempelajari praktik nyata kerukunan hidup beragama dan berkeyakinan di Indonesia.
  3. Memperluas wawasan keberagaman guna mengikis stereotip atau prasangka sosial.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami sangat berharap mahasiswa mendapat pemahaman mendalam tentang umat Baha’i, membentuk sikap toleransi yang lebih luas dan dewasa, serta mendapatkan pengalaman nyata dalam memahami keberagaman agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia,” ungkap perwakilan mahasiswa tersebut.

Di tengah dinamika sosial modern saat ini, penguatan pendidikan karakter kebangsaan berbasis Pancasila menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Kunjungan lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa Unisri ini menjadi bukti nyata penerapan pembelajaran kewarganegaraan yang berbasis realitas (contextual learning).

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisri Solo berkomitmen penuh untuk terus mendorong kegiatan lapangan sejenis. Tujuannya agar lulusan Unisri tidak hanya unggul dan cerdas secara akademik, melainkan juga memiliki empati sosial yang tinggi, menjunjung toleransi, serta siap hidup berdampingan di dalam masyarakat Indonesia yang heterogen. (Iskandar)

Komentar