Portalika.com [SOLO] – Semangat belajar bahasa asing tengah bergelora di kalangan remaja Pendapi, Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Berkat inisiatif Herlin Candra Wijaya, mahasiswa KKN Undip, Semarang mereka kini memiliki akses ke dunia pembelajaran bahasa yang lebih modern dan interaktif melalui aplikasi digital.
Dalam pelatihan ini, Herlin memaparkan materi mengenai manfaat belajar bahasa asing, khususnya melalui aplikasi digital seperti Duolingo. Dengan menggunakan presentasi powerpoint yang interaktif dan leaflet informatif, peserta diajak untuk memahami fitur-fitur menarik yang ditawarkan oleh Duolingo, mulai dari pembelajaran kosakata, tata bahasa hingga latihan percakapan.
“Tujuan utama kami adalah memperkenalkan Duolingo kepada remaja di Kestalan sebagai alternatif belajar bahasa asing yang menyenangkan dan efektif. Dengan Duolingo, mereka bisa belajar kapan saja dan di mana saja hanya dengan menggunakan smartphone,” ujar Herlin, salah satu penyelenggara.
Baca juga: Mahasiswa KKN Undip Berdayakan Anak-Anak TPQ Kestalan Lewat Pelatihan Kosakata Bahasa Inggris
Setelah pemaparan materi pada 29 Juli 2024, para mahasiswa memberikan demonstrasi langsung cara menggunakan aplikasi Duolingo. Peserta diajak untuk mencoba membuat akun dan mengikuti beberapa level pembelajaran.
Dengan bimbingan para mahasiswa, peserta dengan mudah memahami cara navigasi aplikasi dan menyelesaikan berbagai tantangan yang ada.
“Saya baru tahu kalau belajar bahasa asing bisa semudah ini. Duolingo membuat belajar bahasa jadi lebih menyenangkan,” ungkap Devita, salah satu remaja yang mengikuti pelatihan.
Herlin, yang menyadari besarnya potensi generasi muda dalam menguasai bahasa asing, memperkenalkan aplikasi ini sebagai solusi praktis dan menyenangkan. Dengan fitur-fitur menarik seperti pembelajaran kosakata, tata bahasa dan percakapan interaktif, aplikasi ini memikat hati para remaja.
Antusiasme remaja Pendapi dalam mengikuti program ini menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan global. Dengan bekal kemampuan bahasa asing yang mumpuni, mereka memiliki peluang lebih besar untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi masyarakat.
Sesi tanya jawab menjadi momen yang paling dinantikan oleh peserta. Mereka dengan bebas bertanya mengenai fitur-fitur Duolingo, kendala yang sering dihadapi saat belajar bahasa asing hingga tips belajar efektif.
Selain itu, peserta juga diajak untuk berdiskusi mengenai bahasa asing yang ingin mereka pelajari dan tujuan mereka belajar bahasa asing. Diskusi ini bertujuan untuk memotivasi peserta agar terus belajar dan mencapai tujuan mereka.
Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong minat belajar bahasa asing di kalangan remaja Kestalan. Dengan menguasai bahasa asing, mereka memiliki peluang yang lebih luas untuk mengembangkan diri dan bersaing di era global.
Sebagai kenang-kenangan, setiap peserta diberikan leaflet berisi panduan lengkap penggunaan Duolingo. Leaflet ini diharapkan dapat membantu peserta untuk terus belajar secara mandiri setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta dan panitia.
Kehadiran Herlin dan program inovatifnya telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kestalan, khususnya generasi muda. Semangat belajar dan keterbukaan terhadap teknologi yang ditunjukkan oleh para remaja ini menjadi bukti bahwa masa depan Kestalan berada di tangan yang tepat. (*)
Penulis: Herlin Candra Wijaya, mahasiswi KKN Undip Semarang
Editor: Suryono












Komentar