Sambut Pildun U-17 Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo Ramai-Ramai Gambar Piala Dunia

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Sebanyak 20 orang siswa SDN Nayu Barat 2 Solo pada Selasa (31/10/2023) mendadak memenuhi halaman Museum Titik Nol Pasoepati di kawasan Jalan Kolonel Sugiyono nomor 37 Nusukan, Banjarsari, Solo, Jateng.

Kehadiran mereka yang didampingi beberapa guru ini ternyata untuk menggambar foto logo Piala Dunia (Pildun) sepak bola yang dipajang di tempat tersebut.

banner 300x250

“Anak-anak ini berkumpul di sini menggambar logo Piala Dunia U-17 yang event itu di antaranya nanti digelar di Stadion Manahan Solo. Ternyata anak-anak banyak yang sudah tahu bahwa nanti gelaran Piala Dunia akan digelar di Solo,” ujar Presiden Aeng-Aeng, Mayor Haristanto ketika ditemui di sela-sela acara.

Baca juga: Presiden: Hormati Keputusan FIFA Terkait Pembatalan Piala Dunia U-20

Berdasar pengamatannya para siswa ternyata sudah banyak yang tahu bahwa Kota Solo dijadwalkan menjadi salah satu venue gelaran sepak bola akbar se-jagat ini. Mereka tahu dari berbagai media bahwa sepak bola ini akan digelar di Indonesia di empat kota yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung dan Solo.

Guna memudahkan para siswa menggambar Mayor yang juga sekaligus Pemilik Museum Titik Nol Pasoepati ini, menata foto logo Piala Dunia U-17 sepakbola dan foto Piala Dunia dewasa berukuran besar sekitar 150 cm X 50 cm, dilengkapi dengan jaket bertuliskan Indonesia seperti yang biasa dikenakan para pemain Timnas Indonesia dan bola sepak. Hal ini diharapkan bisa menjadi sarana mendekatkan anak-anak dengan gelaran Piala Dunia.

Salah seorang siswa SDN Nayu Barat 2 Solo menunjukkan hasil lukisan yang dibuatnya di halaman Museum Titik Nol Pasoepati kawasan Jalan Kolonel Sugiyono nomor 37 Nusukan, Banjarsari, Solo, Jateng Selasa (31/10/2023). (Portalika.com/Iskandar)

“Menggambar tidak harus sama persis dengan foto itu. Mereka yang berasal dari satu kelas yatu kelas V ini, biar menggambar dengan suka cita mengekspresikan fantasi masing-masing semampu mereka menggambar Piala Dunia,” ujar dia.

Menurut dia kegiatan menggambar ini sebagai kegiatan belajar para siswa di luar ruangan. “Jadi sekolah itu tidak harus di dalam ruang kelas, boleh di mana saja, kapan saja dan boleh dengan siapa saja,” papar Mayor.

Dalam kegiatan ini, kata dia, masing-masing para siswa membawa alat dan media menggambar sendiri. Sehingga di halaman museum itu mereka bisa langsung menggambar objek dengan cepat.

Sementara itu salah seorang guru SDN Nayu Barat 2, Erwin Kurniati mengatakan, pihaknya menyambut baik ajakan Mayor yang mengajak anak-anak menggambar di halaman museum tersebut. Karena dengan demikian siswa menjadi tahu bahwa di Solo akan digelar Piala Dunia U-17.

Tiga siswa SDN Nayu Barat 2 Solo ini mendekat ke objek lukisan mencocokkan gambar karya mereka di halaman Museum Titik Nol Pasoepati kawasan Jalan Kolonel Sugiyono nomor 37 Nusukan, Banjarsari, Solo, Jateng Selasa (31/10/2023). (Portalika.com/Iskandar)

“Ternyata anak-anak ada yang sudah tahu tapi juga ada yang belum tahu. Ini membuat siswa mempunyai pengalaman belajar yang menyenangkan. Karena kalau anak-anak belajar di dalam ruang terus cenderung bosan sehingga belajar di ruang kelas ini tentu menyenangkan,” papar dia.

Selanjutnya lukisan hasil karya para siswa ini akan dibingkai dan dipajang di kelas sebagai apresiasi.

Sementara itu salah seorang siswa, Al Brian Bai Haqi dan temannya Calvin Fahendra mengaku senang mengikuti kegiatan menggambar di luar ruang tersebut. “Belajar di luar ruang seperti ini enak sekali. Saya bisa belajar dengan santai,” kata Brian. (Iskandar)

Komentar