Portalika.com [WONOGIRI]- Sinergi hebat paseduluran masyakat Kecamatan Sidoharjo terwadahi dalam sebuah komunitas bernama Wonderful Sidoharjo, setelah mengadakan pertemuan yang pertama di Kitagawa Pesona Bali belum lama ini. Komunitas tersebut menggelar pertemuan kedua dengan tema Gathering Mendengarkan Petuah Hidup Sangkan Paraning Dumadi di Museum Sewurai Jumat, 2 Agustus 2024 malam.
Ratusan orang memadati bangunan unik milik tokoh masyarakat bertangan dingin asal Kecamatan Sidoharjo Suparno Parnaraya. Seperti biasa sebelum masuk mereka harus memakai ikat kepala berwarna putih dan memukul gong yang ada di depan pintu masuk. Mereka juga dihibur oleh sanggar seni karawitan dari SMPN 3 Sidoharjo.
Selain mendengarkan petuah hidup Sangkan Paraning Dumadi, hadirin juga disuguhi talkshow bertema Membangun Spirit Anak Bangsa yang menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari kecamatan yang terdiri dari 2 kelurahan dan 10 desa tersebut. Acara tersebut dipandu oleh Dwi Haryatmo tokoh masyarakat sekaligus pengusaha asal Kecamatan Sidoharjo.
Tokoh-tokoh tersebut adalah Dra. Sri Hartini, M.Si Pamong Budaya Ahli Utama pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Edi Prayitno seorang pengusaha mie kering, Harjanto seorang petani modern, Yono Jananjoyo seorang peternak ayam, Kolonel Adm (Purn) C. Soekarno dan Suparno Parnaraya pengusaha pemilik Multi Group.
Di tempat yang diresmikan pada 5 Maret 2020 tersebut para hadirin mendapatkan suntikan semangat dan motivasi dari para narasumber. Mereka mengajarkan bagaimana kiat untuk mengalahkan segala rintangan dan menjadi orang yang berhasil.
Kolonel Adm (purn) C.Soekarno mengingatkan warga masyarakat Kecamatan Sidoharjo agar mendukung roda perekonomian lokal dengan berbelanja di warung milik tetangga.
Dra. Sri Hartini, M.Si menekankan agar setiap bekerja selalu ikhlas dan berasal dari hati. Hal tersebut telah dia lakukan sehingga dia sampai di level saat ini menjadi pejabat di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Edi Prayitno menjelaskan bagaimana dia merintis usaha dari nol setelah dia pulang kampung ke Sidoharjo. Berbekal pengalamannya bekerja di PT Indofood, dia akhirnya mampu dan sukses membuat industri mie kering.
Harjanto, sosok petani modern menceritakan bagaimana sulitnya dia memulai pertanian organik, dengan kerja kerasnya kini dia mampu mengekspor beras organik ke 5 negara.
Yono Jananjoyo, seorang peternak ayam mengungkapkan jika ingin sukses maka jangan takut untuk berusaha, jika gagal dia yakin Tuhan Yang Maha Esa akan mengganti dengan yang lebih baik.
Sementara Suparno Parnaraya menceritakan masa kecilnya, bagaimana dia mendapatkan sejumlah tantangan. Berbekal keinginan kuat Suparno Parnaraya akhirnya hijrah merantau ke ibu kota. Pria 54 tahun tersebut menegaskan restu orang tua adalah salah satu kunci suksesnya.
Suparno menjelaskan komunitas Wonderful Sidoharjo bertujuan selain sebagai ajang silaturahmi juga menyatukan visi dan misi.
“Warga Kecamatan Sidoharjo harus kenal satu sama lain, terutama para pengusaha dan pejabatnya, jangan egosentris, jangan malu, jangan minder dan jangan suudzon,” jelasnya.
Suparno melalui Wonderful Sidoharjo juga ingin memajukan sektor ekonomi di Kecamatan Sidoharjo.
“Jika sudah kenal, sudah akrab maka akan tercipta sinergi, contoh si A mempunyai produk makanan berupa kue, maka jika membutuhkan kue bisa memesan ke beliau,” jelasnya.
Muncul di tengah tahun kontestasi politik, Suparno Parnaraya menegaskan Wonderful Sidoharjo tidak mempunyai kepentingan politik maupun tendensi politik.
Saat ini Suparno Parnaraya sedang fokus membuat sentra singkong di Kecamatan Sidoharjo.
“Kami saat ini ingin menanam singkong yang enak seperti Singkong Jalaktuwo dan Singkong Ketan, kami ingin petani menanamnya dan akan kami beli saat panen dengan harga yang bagus, karena masalah petani saat ini adalah harga jatuh saat panen tiba,” tegasnya.
Suparno menambahkan meski baru
sebulan komunitas Wonderful Sidoharjo telah mempunyai 276 anggota. (Yuli)












Komentar