Tim PkM DKV ISI Surakarta Kembangkan Branding Media Digital Promosi Batik Khas Girilayu Karanganyar

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menghadirkan tiga terobosan utama untuk memperkuat branding batik khas Girilayu, Karanganyar. Ketiga terobosan itu yakni website batikgiriarum.com sebagai pusat informasi digital, billboard interaktif peta wisata Batik Giriarum yang memandu wisatawan serta video animasi promosi wisata batik yang menghadirkan pengalaman visual lebih menarik.

Langkah ini sebagai upaya memperkuat branding Batik khas Girilayu, Karanganyar sebagai warisan budaya dan potensi ekonomi kreatif terus dilakukan melalui inovasi berbasis teknologi digital dan media kreatif. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2025, masyarakat setempat khususnya paguyuban Giriarum bersama tim pelaksana diajak terus berkegiatan.

banner 300x250

Tga media terobosan ini dirancang untuk saling melengkapi. Website berfungsi sebagai identitas digital desa sekaligus sarana dokumentasi produk UMKM batik. Billboard interaktif menghadirkan peta wisata yang memudahkan wisatawan menjelajahi sentra batik di Girilayu, Karanganyar secara langsung di lapangan.

Sementara itu, video animasi menjadi sarana promosi yang komunikatif, kreatif, dan mampu menarik perhatian generasi muda maupun audiens digital di media sosial. Sinergi media tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi, meningkatkan citra profesional UMKM batik, sekaligus memperkuat daya tarik wisata desa.

Ketua kegiatan, Ditya Fajar Rizkizha menegaskan kolaborasi antara teknologi dan budaya menjadi kunci untuk memperkuat daya saing batik di era digital.

“Melalui kombinasi website, billboard interaktif, dan video animasi, kami ingin menunjukkan bahwa batik tidak hanya tradisi, tetapi juga bisa dikomunikasikan dengan cara-cara kreatif dan modern. Harapannya, media ini tidak hanya memperkuat branding Batik Girilayu, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Batik Giriarum, Nyoto Mulyono, Minggu, 28 September 2025, menyampaikan bahwa program ini menjadi angin segar bagi para pengrajin batik.

“Selama ini promosi batik kami masih terbatas dari mulut ke mulut atau lewat media sosial pribadi. Dengan adanya website resmi ini citra batik Girilayu menjadi lebih profesional. Kami para pengrajin merasa sangat terbantu, karena produk kami bisa dikenal lebih luas, baik oleh wisatawan maupun konsumen di luar daerah. Kami berharap program ini terus berlanjut agar keberadaan Batik Girilayu, Karanganyar semakin kokoh sebagai identitas desa wisata,” ungkapnya.

Program PkM ini dilaksanakan oleh tim dari Program Studi Desain Komunikasi Visual FSRD ISI Surakarta yang diketuai oleh Ditya Fajar Rizkizha, SSn, MSn dengan anggota dosen Isnawati Muslihah, SKom, MCs serta dua mahasiswa yaitu Zaki Trias Budi Mardika dan Angga Meilano Prasetiyo.

Kolaborasi ini semakin kuat dengan keterlibatan UNS Surakarta melalui Nanang Wijayanto, SST, MMPar, dosen Prodi D3 Usaha Perjalanan Wisata sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dengan dukungan tersebut, program tidak hanya menghasilkan media kreatif, tetapi juga mendorong lahirnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan promosi batik Girilayu.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari akademisi, pemerintah desa, pengrajin, hingga generasi muda, Batik Girilayu semakin siap menjadi ikon wisata budaya yang berdaya saing tinggi. Tradisi dan kreativitas berjalan beriringan, menghadirkan wajah baru branding batik yang tidak hanya mengakar pada kearifan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional dan internasional. (Triantotus)

Komentar