Mahasiswa KKN Unisri Inovasi Ubi Ungu Menjadi Makanan Olahan Bernilai Tambah

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta merupakan proses pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus dijadikan sebagai wahana pemberdayaan masyarakat. Di lokasi Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Rikhlatin Noor Kholifah mengadakan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk pangan lokal olahan ubi ungu.

Rikhlatin menjelaskan ubi ungu merupakan salah satu hasil pertanian lokal yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, terutama antosianin sebagai antioksidan alami. Namun, pemanfaatannya masih terbatas sebagai makanan tradisional sederhana, sehingga nilai ekonominya belum optimal.

banner 300x250

Melalui Program KKN PPM, dia membuat inovasi produk olahan ubi ungu agar agar memiliki nilai tambah dari sisi ekonomi dan ibu rumah tangga dan pelaku UMKM memiliki keterampilan dalam mengolah bahan lokal menjadi produk fungsional yang sehat, menarik, dan bernilai jual.

Ubi ungu mengandung zat gizi seperti anosianin, vitamin, serat dan karbohidrat kompleks yang berfungsi sebagai antioksidan dan baik untuk kesehatan. Dari pelatihan dan edukasi ini Rikhlatin berharap ketrampilan masyarakat terbentuk sehingga membuka peluang usaha baru, serta mendorong tumbuhnya UMKM berbasis pangan lokal di Desa Karangnongko.

“Program ini juga diharapkan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam kewirausahaan berbasis pangan lokal untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya diverivikasi pangan sehat dan bergizi serta mendorong tumbuhnya UMKM berbasis potensi lokal desa bagi Masyarakat dapat meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, dan menambah pendapatan,” ujarnya.

Rikhlatin menjelaskan pelatihan bertujuan memberikan solusi nyata terhadap rendahnya nilai jual ubi ungu di Desa Karangnongko melalui inovasi produk olahan yang sehat, menarik, dan bernilai ekonomi. “Program ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa, khususnya ibu rumah tangga, pemuda, serta pelaku UMKM, agar mampu mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan secara lebih luas,” katanya.

Sedangkan manfaat pelatihan yakni manambah keterampilan membuka peluang usaha meningkatkan pendapatan, penerapan ilmu pengetahuan di Masyarakat dan peningkatan soft skill, terciptanya produk unggulan desa berbasis potensi lokal, meningkatkan kesadaran pentingnya stimulasi anak di rumah dan memperkuat potensi lokal sebagai identitas produk unggulan.

“Kegiatan pelatihan dan sosialisasi dilaksanakan [ada rentang 17 Juli hingga 26 Agustus 2025 dengan sasaran ibu-ibu PKK, ibu rumah tangga, pemuda desa dan pelaku UMKM bertempat di Aula Gedung Kesenian Karangnongko,” jelasnya.

Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk olahan ubi ungu terbukti memberikan dampak positif, baik dari aspek keterampilan, ekonomi, maupun kesehatan.

“Diharapkan kegiatan ini tidak berhenti saat KKN selesai, melainkan dapat dilanjutkan oleh masyarakat desa secara mandiri dengan dukungan pemerintah desa serta lembaga terkait. Dengan demikian, ubi ungu tidak hanya menjadi hasil pertanian biasa, tetapi berkembang menjadi produk unggulan desa yang bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Dia akui kegiatan sosialisasi dan pelatihan juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan di masyarakat, sekaligus membangun kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan berkontribusi dalam dunia nyata.

Harapannya, hasil dari program ini tidak hanya dirasakan selama masa KKN berlangsung, tetapi dapat digunakan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga  maupun masyarakat sekitar. (*)

Penulis: Rikhlatin Noor Kholifah, mahasiswi Unisri, Surakarta

Editor: Suryono

Komentar