Portalika.com [BOYOLALI] – Untuk meningkatkan kualitas guru SD IT Insan Cendekia Boyolali mengadakan workshop pembuatan modul ajar Active Deep Learner Experience (ADLX) Introflex di aula sekolah, Kamis (27/2).
Kegiatan ini diikuti seluruh guru SD dan perwakilan guru TK dan SMPTQ Insan Cendekia. Pembicara acara adalah Yayuk Sri Lestari yang merupakan ketua Departemen Penjamin Mutu Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) wilayah Jawa Tengah.
Kepala sekolah, Siti Rohmiyatun, mengatakan bahwa pelatihan guru di sekolahnya merupakan hal yang rutin, baik yang sifatnya pekanan, bulanan, maupun tahunan.
“Jadi, guru itu memang harus selalu upgrade keilmuan agar tidak ketinggalan dengan perkembangan ilmu yang sangat cepat.” buka Siti.
Lulusan Sastra Indonesia Universitas Udayana Bali ini menambahkan pelatihan di sekolahnya sangat beragam dari tahsin atau perbaikan bacaan Al Qur’an, materi keislaman, hingga pelatihan pembuatan modul ajar.
“Kali ini pelatihannya adalah pembuatan modul ajar dengan menghadirkan langsung salah satu pembicara nasional dari JSIT Jawa Tengah, ustadzah Yayuk,” tambah ibu lima anak ini.
“Tujuan dari pelatihan ini adalah agar modul yang dibuat oleh guru kami sesuai dengan standar yang dibuat oleh JSIT. Terlebih sebentar lagi kami akan melakukan akreditas dari dinas dan lisensi dari JSIT.” imbuh Siti.
Dalam pemaparannya Yayuk mengatakan bahwa guru harus menyajikan materi agar siswa aktif dalam pembelajaran.
“Aktif itu artinya utuh dalam artian meliputi mental, fisik, dan emosi. Nah, untuk menciptakan pembelajaran yang aktive deep itu harus dilakukan secara terencana, tidak bisa tiba-tiba.” urai wanita asal Temanggung ini.
“Jangan lupa bahwa guru harus menciptakan banyak pengalaman belajar bagi muridnya. Pengalaman inilah yang akan membekas pada diri anak puluhan tahun yang akan datang.” tutur Yayuk.
Wanita yang sedang menempuh pendidikan doktoral ini juga menceritakan bahwa pengalaman belajar ini harus terus diupayakan guru.
“Jangan sampai guru hanya ceramah. Libatkan anak. Ajak mereka keluar untuk merasakan keterkaitan langsung materi yang diajarkan dengan apa yang tersedia di lingkungan sekolah.” pungkas Yayuk. (Yulianto)












Komentar