Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa KPM kolaborasi beragama membuat program menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal sekaligus membentuk rasa percaya diri dan semangat kolaborasi antar warga muda.
Pelatihan tari daerah ini melibatkan anak-anak dan remaja dari jenjang SD hingga SMA di Balaidesa Gedongrejo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Latihan tari dilaksanakan rutin sejak awal pelaksanaan KPM dan terbagi menjadi 2 jadwal utama.
Bagi anak-anak SD berlatih 3 kali dalam seminggu pukul 13.00 WIB sedangkan remaja SMP dan SMA berlatih setiap hari pukul 15.00 WIB khususnya untuk tarian tingkat lanjut seperti Sesonderan dan Warok.
Para peserta dibimbing secara intensif oleh dua mahasiswa KPM Kolaborasi Moderasi Beragama dari STABN Raden Wijaya Wonogiri, Sella Widyaningsih dan Elfa Pradina. Bimbingan dilakukan baik secara individu maupun kelompok, sesuai dengan jenis tari yang dibawakan.
Berikut daftar tarian yang diajarkan selama program tersebut, seperti tari Sesonderan, Gambang Suling, Asa Tani, Tari Kreasi Medley, Gegala, Warok.
Salah satu anggota KPM Kolaborasi Moderasi Beragama, Sella, menyampaikan anak-anak menunjukkan semangat luar biasa dalam mengikuti Latihan. “Awalnya kami khawatir mereka cepat bosan atau kesulitan menghafal gerakan, tapi ternyata mereka sangat antusias, bahkan sering minta tambahan waktu latihan.”
Sementara itu Ketua Kelompok KPM Kolaborasi Moderasi Beragama, Rizal Pamungkas mengaku proses pelatihan ini bukan hanya soal mengajarkan tari, tetapi juga melatih nilai tanggung jawab dan kedisiplinan.
“Setiap hari mereka datang tepat waktu, dan makin hari makin kompak. Kami merasa bangga bisa melihat perkembangan mereka,” ujarnya.
Setiap sesi latihan tidak hanya fokus pada gerakan, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kekompakan serta pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dalam setiap tarian. Puncak dari kegiatan ini akan ditampilkan dalam acara pelepasan KPM di mana seluruh peserta akan mempersembahkan hasil tarian mereka dihadapan warga desa.
Penampilan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah ekspresi dan menjadi bentuk nyata kontribusi KPM Moderasi Beragama dalam pelestarian budaya lokal. (Rhizma Aurezia/*)












Komentar