Usung Isu Lingkungan, Kalurahan Parangjoro Gelar Fashion Show Perca Heritage Festifal

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Beragam potensi desa dapat ditonjolkan salah satunya di Kelurahan Parangjoro, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah yaitu menggelar Festival Perca Heritage di lumbung silayur.

Puluhan peserta menampilkan karya seni di atas Cat walk yang di alasi keset dari kain perca, Minggu, 14 Desember 2025.

banner 300x250

Adi Wibowo, Ketua BUMDes Parangjoro menjelaskan untuk kegiatan kali ini mengambil tema Lumbung Silayur Perca Heritage Festival yang diselenggarakan di Desa Parangjoro, Sukoharjo Jawa Tengah.

Festival ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kain perca dari industri tekstil lokal menjadi produk kreatif bernilai tinggi dengan memanfaatkan kearifan budaya lokal.

“Ide awal di Desa Parangjoro mengalami pergeseran ke sektor industri tekstil, menghasilkan banyak limbah kain perca yang belum bisa dimanfaatkan, di mana dalam acara ini terdapat tiga kegiatan, yaitu fashion show kain perca, agrowisata panen melon serta konser musik jadul,” ungkapnya.

Menurutnya hal ini sebagai wadah ekspresi seni dan kreativitas untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan limbah sehingga menciptakan ekosistem UMKM lokal berbasis daur ulang tekstil dan mempromosikan budaya lokal.

Sementara itu, Lurah Parangjoro, Hardiman SH, menjelaskan, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo merupakan kawasan yang mengalami pergeseran fungsi dari sektor agraris ke sektor industri, khususnya industri tekstil.

Masuknya perusahaan besar seperti perusahaan-perusahaan garment membawa dampak sosial-ekonomi dan lingkungan.

Perubahan ini membawa dampak besar terhadap lingkungan dan pola hidup masyarakat, termasuk timbulnya limbah tekstil berupa kain perca. Terdapat potensi desa yaitu pemanfaatan limbah kain perca sebagai bahan baku industri kreatif lokal.

Melalui pengolahan kreatif, kain perca dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai tinggi seperti tas, sandal, casing HP, aksesoris, hingga produk fashion lainnya berbasis recycle art.

“Diharapkan dengan adanya festival ini warga masyarakat bisa menjadi nilai tambah dan komoditi dalam mengelola kain perca dan menambah ekonomi di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Yayasan Citra Inti-LPK. MedWist berkolaborasi dengan BUMDes & Pemdes Parangjoro mohon dukungan dan bantuan kepada semua pihak seperti Komunitas Kebudayaan, Pemerintahan Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Lembaga Pendidikan, Universitas, Perusahaan, UMKM maupun tokoh masyarakat yang memiliki visi dan misi dalam melestarikan budaya dan pendidikan karakter berbasis lingkungan.

“Kami meyakini bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata penerapan nilai-nilai kearifan lokal, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat dalam kerangka Merdeka Belajar dan pembangunan berkelanjutan di Desa Parangjoro,” jelasnya. (Naharudin)

Komentar