Portalika.com [WONOGIRI] – Sedikitnya warga di empat kecamatan di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) menjelang Lebaran. Kelangkaan itu dirasakan konsumen mulai terjadi sepekan terakhir ini.
Kelangkaan elpiji 3 kg hasil pantauan tim BeritaWonogiri.com terjadi di Kecamatan Sidoharjo, Jatiroto, Jatisrono, Slogohimo dan sekitarnya. Kelangkaan ini semakin dirasakan warga jelang hari raya Idul Fitri 1445 H.
Keluhan warga tentang kelangkaan elpiji 3 kg ini juga dituangkan warga di sosial media. Menurut Anisah, 24, salah satu warga, meski langka dan harga mahal, namun dirinya tetap berupaya untuk mendapatkannya.
Baca juga: Operasi Pasar Beras Bulog Di Jatisrono, Stok Elpiji Di Ngadirojo Aman Hingga Ramadan
“Karena gas elpiji adalah penting untuk keluarga, terutama kalau mau masak untuk sahur. Ya nggak mungkinlah masak sahur pakai kayu bakar,” ujarnya.
Dia katakan harga elpiji 3 kilogram mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp17.500 per tabung.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian (ESDM), Tutuka Ariadji di laman okezone menyampaikan, harga gas elpiji 3 kg tidak akan naik. Dia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah hanya mengatur distribusi elpiji 3 kg tepat sasaran dengan memberlakukan pembelian wajib pakai KTP mulai 1 Januari 2024.
Tutuka juga menjelaskan, saat ini harga gas elpiji 3 kg di tingkat penyalur atau agen ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2008 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 7436.K/12/MEM/2016.
Sementara itu, harga gas elpiji 3 kg di tingkat pangkalan atau sub penyalur ditetapkan berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah daerah.
Kemudian, harga jual eceran gas elpiji 3 kg ditetapkan sebesar Rp4.250 per kg atau Rp12.750 per tabung sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2007, Permen ESDM Nomor 28 Tahun 2008 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 7436.K/12/MEM/2016.
“Kelangkaan ini kami rasakan minggu ini, sudah langka harganya juga mahal sampai Rp30.000 per tabung. Untuk mendapatkannya saya biasa cari informasi di beberapa teman dan agen yang biasa menjual elpiji 3 kg,” katanya saat ditemui di rumahnya Dusun Pondok, Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto.
Sementara itu penjual elpiji di Jatiroto, Marsi mengatakan kelangkaan terjadi karena keterlambatan dari agen dan tidak mencukupi dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Kuota tersebut habis dalam satu hari saja.
“Memang terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Kami juga tidak tahu pasti penyebabnya, padahal setiap rumah tangga saat ini hanya dijatah satu tabung saja. Dan kami mengharap sebelum hari raya Idul Fitri semua akan normal seperti biasanya,” ucap Marsi. (Setyo Nugroho)












Komentar