Zebrian Fajar Juarai Lomba Makan Ramen. Habis 8 Mangkuk Dalam Waktu Kurang Dari 4 Menit

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Salah seorang warga Gedangan, Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Zebrian Fajar, 26, menjuarai lomba makan ramen setelah di final menyingkirkan lawan-lawannya. Dia keluar sebagai juara pertama lomba makan mi ramen setelah menyantap delapan mangkuk dalam waktu kurang dari empat menit.

“Tidak ada persiapan khusus, tapi sebelumnya saya memang sering makan banyak setelah itu saya melakukan pembakaran kalori. Sehingga sebelumnya berat badan saya 115 kg, sekarang menjadi 90 kg,” ujar dia menjawab pertanyaan media seusai mengikuti lomba makan ramen di Mangano Sushi Japanese Resto kawasan Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Minggu 26 Mei 2024 siang.

banner 300x250

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, ramen adalah masakan mi kuah asal Jepang dan Tiongkok. Menurut catatan sejarah, konon orang Jepang kali pertama yang makan ramen adalah salah satu politisi kondang di yaitu Tokugawa Mitsukuni.

Baca juga: Event Dalam Rangka 77 Tahun Jidokwan Anniversary Digelar di Solo Baru, Sejumlah Petarung Berlaga di Empat Kelas

Masakan mi kuah ala Cina ini kali pertama dihidangkan untuk Tokugawa Mitsukuni yaitu laki-laki yang hidup tahun 1628-1701. Pembuatnya adalah seorang ilmuwan Konghucu dalam pengasingan dari Dinasti Ming yang diudang untuk datang ke Domain Mito. Dinasti Ming sendiri hidup pada tahun (1368-1644).

Lebih lanjut Zebrian mengatakan motivasi dirinya ikut lomba karena dikira hadiahnya uang cash sehingga bisa untuk modal nikah. Tapi karena hadiahnya bukan uang cash padahal dia telanjur ikut lomba, dirinya tetap ikut kompetisi untuk meramaikan.

Dia mengungkapkan memang sudah lama menyukai ramen dan beberapa kali makan ramen. Berdasar pengalamannya ramen di Mangano Resto lebih enak dari yang pernah dicicipinya.

Zebrian Fajar (paling kiri) dan sejumlah pemenang lainnya menerima hadiah pada lomba makan ramen di Mangano Sushi Japanese Resto kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Minggu 26 Mei 2024 siang. (Portalika.com/Iskandar)

Menurut dia yang bikin enak dan membedakan dengan ramen yang lain karena kaldunya. Tekstur mi di Mangano juga dinilai lebih kenyal dan lebih besar.

Pada kompetisi di Mangano Resto ini dia mengaku mempunyai cara tersendiri saat berkompetisi. Sebelum lomba dimulai dia mencicipi delapan mangkuk ramen beda rasa yang diwajibkan disantap habis.

Ada yang bercita rasa kari dan yang lainnya. Dengan demikian dia bisa mengidentifikasi mana rasa yang ringan dan mana rasa yang berat.

“Tadi saya ambil yang rasa kari dulu buat yang berat karena kental, baru kemudian yang ringan atau yang encer untuk menggelontor saja atau terakhir,” kata Zebrian.

Soal rasa dia mengaku semua jenis yang dihidangkan untuk disantap dalam lomba enak. Kerena itu dia merekomendasikan ramen ini pantas menjadi salah satu kuliner yang dicoba. Selain itu dia juga tahu sekolahnya chef karena mendapat informasi dari teman.

Manajer Operasional Mangano Sushi Restaurant, Irfan Septian (kiri) dan Chef Steve Osten memberi keterangan kepada awak media di sela-sela lomba makan ramen di Mangano Sushi Japanese Resto kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Minggu 26 Mei 2024 siang. (Portalika.com/Iskandar)

“Ini patut diapresiasi dan begitu pula tempatnya yang kental dengan nuansa Jepang sangat menarik. Maka dari itu nanti kalau saya mendapat voucher, saya akan mengajak keluarga makan di sini,” kata dia sambil menambahkan tahu ada lomba ini dari teman yang membaca Instagram.

Hanya Disajikan Hari Tertentu
Sementara itu Manajer Operasional Mangano Sushi Restaurant, Irfan Septian mengatakan ramen yang disantap untuk lomba di final ini sengaja khusus dihidangkan untuk babak final. Karena varian menu ini akan di-launching pada Juni mendatang.

Bedanya, kata dia, kalau pada babak penyisihan ramen yang disajikan dalam wadah besar, kalau di final ini porsinya kecil-kecil sehingga porsinya sedikit berkurang.

“Sehingga kalau dulu dengan ramen porsi besar customer hanya bisa mencicipi satu rasa saja, sekarang dengan harga sama bisa mencicipi sampai lima rasa di lima mangkuk kecil. Namun menu kecil ini tidak akan keluar setiap hari, hanya pada hari-hari tertentu saja. Untuk harga, per mangkuk kecil harganya sekitar Rp12.000 sampai Rp15.000,” ungkap dia di sela-sela lomba.

Sedangkan Chef Mangano Restaurant Solo Baru, Steve Osten mengatakan untuk menu ramen di mangkuk kecil ada beberapa varian. Dengan demikian customer bisa merasakan kuah-kuah lezat ramen masakannya.

Sejumlah peserta putri melahap ramen berkuah pada lomba makan ramen di Mangano Sushi Japanese Resto kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Minggu 26 Mei 2024 siang. (Portalika.com/Iskandar)

Kalau biasanya kita hanya bisa mendapatkan satu mangkuk kara miso ramen dengan harga sekitar Rp85.000 sekarang dengan harga masing-masing Rp15.000 bisa merasakan kara miso ramen, shoyu ramen dan sebagainya. Kemungkinan nanti akan nada 7 varian ramen.

Diimpor Dari Jepang
Dia menjelaskan ide lomba ramen ini muncul karena salah satu menu favorit di restonya adalah ramen. Selain itu banyak masyarakat Solo dan sekitarnya yang menyukai ramen.

Terkait itu pihaknya berpikir bagaimana caranya agar masyarakat ini bisa merasakan berbagai varian ramen kuah di restonya. Karena yang dijual porsinya agak besar jadi hanya satu mangkuk pasti sudah kenyang.

Oleh sebab itu pihaknya berpikir menu-menu mini yang bisa sekali makan tiga varian dengan harga terjangkau. Untuk bahan baku ada yang lokal tapi beberapa jenis laiinya diimpor dari Jepang.

“Yang impor misalnya kecap, saus, tapi kita olah lagi di sini. Untuk kecap ini kita punya supplier yang langsung mendatangkan dari Jepang. Buatan lokal Indonesia memang ada tapi taste–nya beda. Rasanya tidak autentik Jepang, sehingga orang yang suka dengan produk Jepang yang suka makan sushi pasti ya bisa merasakan bedanya,” ungkap Steve.

Dia mengutarakan beberapa bahan sebenarnya ada yang diproduksi lokal sehingga tidak perlu impor. Tapi kalau telur ikan salmon, Japanese beef wagyu A5 dan sebagainya karena restonya tidak punya maka diimpor langsung dari Jepang.

Di bagian lain jalannya partai final lomba makan ramen di tempat yang bangunannya kental dengan nuansa arsitektur Jepang ini berlangsung semarak. Selain tempatnya nyaman dan dipenuhi sejumlah ornamen khas budaya Jepang, lokasi resto juga mudah ditemukan.

Guna menyemarakkan suasana, para peserta lomba sebelum mulai diwajibkan mengenakan ikat kepala khas orang Jepang, bernama hachimaki yang disediakan panitia. Kondisi ini kian menguatkan kentalnya warna budaya Jepang pada lomba di Mangano Sushi Restaurant.

Suasana pun berubah menjadi riuh ketika lomba dimulai, karena masing-masing suporter memberi semangat jago mereka. Keriuhan bertambah setelah beberapa penonton memukul-mukul mangkuk dengan sendok dan garpu hingga menimbulkan suara gemerincing. (Iskandar)

Komentar