Portalika.com [KARANGANYAR] – Pablengan merupakan nama sebuah desa di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Desa Pablengan menjadi jalur penghubung antara kecamatan Matesih dengan Kecamatan Karangpandan.
Menurut mahasiswa prodi Agroteknologi Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Saputro, Desa Pablengan memiliki karakteristik pedesaan dengan mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Pablengan dikenal dengan keindahan alamnya, dengan sawah-sawah hijau dan perbukitan yang mengelilingi desa.
Penduduk Desa Pablengan umumnya menjalankan kegiatan pertanian seperti tanaman padi, jagung, dan tanaman palawija. Selain pertanian, beberapa warga juga terlibat dalam kerajinan tangan tradisional.
Baca juga: Lestarikan Lingkungan Desa Pablengan, Mahasiswa KKN Tematik Unisri Beri 100 Bibit Tanaman
“Desa ini mencerminkan kehidupan masyarakat pedesaan yang menjaga tradisi lokal sambil beradaptasi dengan perkembangan jaman. Sektor pertanian yang menjadi sektor utama bagi masyarakat Desa Pablengan dan memiliki satu kendala ketika musim kemarau tiba. Yaitu kelangkaan air bagi irigasi pertanian,” katanya.
Kelangkaan yang dimaksud adalah jumlah debit air yang dialirkan tidak memenuhi jumlah kebutuhan air pada suatu lahan. Mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) ini, mengambil langkah konkrit dan menginisi program unggulan KKN-T Unisri adalah Workshop Bakti Tani, sebuah kegiatan proaktif yang tidak hanya menanggapi kelangkaan air di musim kemarau, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen Unisri dalam pelestarian lingkungan.
“Kami dari KKN-T Unisri menyelenggarakan bakti tani dengan tema “restore our earth, from earth to earth” yang mencakup dua kegiatan. Pertama workshop hidroponik yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait penggunan opsional media tanam yang bisa digunakan ketika kelangkaan air terjadi. Kegiatan kedua yaitu sosialisasi terkait tanaman tahunan dan cara penanamannya serta pembagian 100 bibit tanaman kepada warga,” jelasnya.
Rencana jangka panjang dengan adanya kegiatan ini yaitu dapat menjadi wadah inspiratif bagi masyarakat dengan memberikan peluang kepada masyarakat untuk mendalami pengetahuan mengenai pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan. “Semoga melalui workshop ini, para peserta dapat memahami konsep hidroponik, menguasai teknik bercocok tanam tanpa tanah, dan memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam skala kecil hingga besar.”
Opsionalitas media tanam hidroponik diharapkan dapat menjadi pilihan inovatif bagi masyarakat, membuka peluang baru dalam menciptakan keberlanjutan pangan.
Dengan penanaman 100 bibit tanaman diharapkan menjadi langkah kecil menuju pelestarian lingkungan. Semoga setiap pohon tumbuh dengan kuat, memberikan nuansa hijau yang menyegarkan, serta berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem untuk generasi mendatang.
Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya membagikan pengetahuan mereka, tetapi juga mendengarkan dan memahami kebutuhan spesifik masyarakat setempat. Melalui pendekatan tematik, program ini mengintegrasikan aspek-aspek seperti pertanian, teknologi, dan lingkungan.
Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembelajar yang aktif, menggali wawasan baru dan menyesuaikan solusi sesuai dengan dinamika masyarakat.
Keberlanjutan program ini tercermin dalam partisipasi masyarakat yang tinggi, serta implementasi praktek-praktek berkelanjutan yang diperkenalkan oleh mahasiswa.
“Dengan demikian, KKN Tematik Unisri tidak hanya berfungsi sebagai pengabdian masyarakat sementara, tetapi juga sebagai katalisator perubahan jangka panjang,” katanya.
Program KKN tematik Unisri, ujarnya, khususnya melalui Workshop Bakti Tani, tidak hanya menjadi solusi konkrit terhadap kelangkaan air di musim kemarau, tetapi juga menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Unisri dalam menggabungkan pengabdian masyarakat dengan pelestarian lingkungan, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
“Sebagai mahasiswa yang terlibat, pengalaman ini tidak hanya memperkaya pemahaman praktis mereka, tetapi juga mengembangkan sikap tanggung jawab sosial. Inilah wujud konkret dari semangat KKNT Unisri dalam menjawab tantangan nyata masyarakat dan mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujarnya. (Heris/*)












Komentar