Portalika.com [KARANGANYAR] – Mahasiswa kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar memberikan 100 bibit tanaman guna pelestarian lingkungan. Reboisasi sebagai salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis Iingkungan.
Salah satu peserta KKNT Unisri, Solo, Adi Cahyono, mengatakan pelestarian lingkungan merupakan sebuah upaya dalam menangani permasalahan yang timbul pada suatu kawasan. Pada kegiatan ini pelestarian lingkungan diterapkan dengan konsep penghijauan yaitu dengan memanfaatkan lahan kosong yang terletak di kawasan Desa Karanganyar.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari program pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Kesulitan Perkalian, Siswa SDN Pakel Diajari Sistem Jarimatika
Menurutnya, ada beberapa manfaat penghijauan misalnya, kesegaran, kenyamanan dan memberikan keindahan lingkungan yang bersih dan sehat penduduk kota, dedaunan, bunga dan buah-buahan, sebagai habitat hewan dan plasma, bakteri untuk menjaga penyerapan air.
Kemudian, untuk keseimbangan sistem air tanah, mengurangi aliran air permukaan, untuk mengambil dan menyimpan air, untuk menjaga keseimbangan tanah untuk menjaga kesuburan tanah dan sirkuasi udara, lokasi sarana dan prasarana aktivitas penghijauan juga menyediakan gambaran bahwa penghijauan itu baik antara lain membawa manfaat bagi perkembangan sebuah desa dan pemberi pendukung keindahan lainnya dan meningkatkan kualitas ruang hidup terhadap lingkungan.
Hal ini juga terjadi di sub-wilayah Pablengan ketika menyangkut opini ada beberapa kesamaan di atas motif penduduk Desa Pablengan melakukan penghijauan wilayah yang berada di desa, misalnya orang-orang melakukan perjalanan yang melewati desa juga meningkatkan nilai ekologis estetika di wilayah sekitar desa, alasannya juga mendapatkan nilai finansial.
Adi mengklaim masyarakat Desa Pablengan dengan kelompok KKN-Tematik berhasil mengubah wajah desa yang kekurangan ruang hijau menjadi kawasan hijau dan terlihat lebih asri. “Masyarakat dan kelompok KKN-T di Desa Pablengan melakukan hal alternatif seperti ini untuk menambah kawasan hijau di pedesaan eksploitasi melalui penghijauan lahan kosong yang tidak terpakai digunakan sebelumnya, pembaharuan hutan pekarangan demi pekarangan,” katanya.
Manfaat yang diterima dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini sebagai berikut, pertama, memberikan masukan kepada dirinya dalam pengembangan teori desain dan khususnya pembangunan pedesaan saling terkait penghijauan wilayah desa. Kedua, memberikan gambaran yang tepat kegiatan reboisasi bertanggung jawab kepada semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.
Ketiga, dapat digunakan sebagai masukan mengevaluasi kebijakan terutama untuk pengembangan pemerintahan Desa Pablengan atas upaya pembaharuan hutan melalui kemitraan pemerintah dan swasta. (Heris/*)












Komentar