Portalika.com [SOLO] – Sekitar 28 atlet disabilitas yang tergabung dalam kontingen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia disiapkan berlaga di Paralimpiade Paris 2024 yang dijadwalkan digelar pada 28 Agustus 2024 hingga 8 September 2024.
Mereka optimistis minimal merebut satu pingat emas dari cabang para bulutangkis. “Target kontingen Indonesia di Paralimpiade Paris ini minimal mendapat satu medali emas. Kami membidik dari cabang para bulutangkis, khususnya pada nomor ganda campuran,” ujar Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun ketika ditemui wartawan di sela-sela acara makan malam dan perkenalan dengan Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Paralimpiade Paris 2024, Prof Dr Reda Manthovani SH LLM di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Rabu 8 Mei 2024 malam.
Menurut dia saat ini persiapan para atlet pelatnas sudah mencapai sekitar 85 persen. Fase latihannya, prakompetisi.
Pada Paralimpiade Tokyo 2020, Indonesia meraih dua pingat emas, tiga perak dan empat perunggu. Dua pingat emas diraih dari arena para bulutangkis, yakni dari ganda campuran kelas SL3-SU5 dan ganda putri SL4.
Baca juga: Pemerintah Bangun Paralympic Training Center Senilai Rp400 M Di Karanganyar
“Karena ganda putri dihapus pada Paralimpiade Paris 2024, maka targetnya jadi satu emas di ganda campuran SL3-SU5,” ungkap dia didampingi Wakil Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto.
Dia menjelaskan saat ini sebanyak 24 atlet dari delapan cabang olahraga telah berhasil mengantongi tiket menuju Paralimpiade Paris 2024. Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 28 atlet seperti yang ditargetkan NPC Indonesia.
Sementara itu Reda Manthovani selama dua hari, Rabu-Kamis, 8 dan 9 Mei 2024, mengunjungi beberapa tempat pelatnas NPC Indonesia di Solo Raya. Hal ini dilakukan untuk mencermati perkembangan para atlet yang akan bertarung di Paris pada 28 Agustus 2024 sampai 8 September 2024.
Reda di antaranya mengunjungi latihan para panahan di lapangan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Soeharso di kawasan Kandangsapi, Jebres, Solo, Jateng serta pelatnas para tenis meja dan para bulutangkis di Gedung THC Solo Baru kawasan Grogol, Sukoharjo, Jateng.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI ini berencana mengunjungi semua cabang di pelatnas secara bertahap.
Sedangkan saat melihat latihan panahan, Rabu sore, dia mengapresiasi kemampuan para atlet cukup memuaskan. Bahkan skor mereka dalam latihan dinilai sudah mencapai tingkatan untuk Paralimpiade.
“Kemampuan mereka nyaris sempurna. Lebih-lebih pertama ikut, lima atlet panahan ini lolos menuju Paris 2024,” papar Reda.
Untuk itu pihaknya akan berusaha menjaga performa dan mental bersaing para atlet, hingga penyelenggaraan pesta olahraga disabilitas terakbar sejagat di Paris nanti. Jika mereka konsisten mempertahankan kemampuan seperti dalam latihan, dia optimistis panahan bisa meraih medali.
Karena itu pihaknya akan melakukan komunikasi intensif dan melakukan pendekatan dari hati ke hati dengan para atlet. Dengan demikian diharapkan target minimal sekeping medali emas bakal direbut dari Paralimpiade Paris 2024.
Di bagian lain para atlet pada Rabu malam yang berkumpul di KSPH mengikuti jamuan makan malam. Mereka dihibur dengan band lokal Solo disemarakkan dengan penampilan Tia AFI.
Reda Manthovani dan sejumlah pejabat lainnya serta beberapa atlet turun melantai berjoget bersama. Terutama ketika Tia dan beberapa atlet menyanyikan lagu-lagu andalan seperti Pamer Bojo ciptaan Didi Kempot, Rungkad (Vicky Prasetyo) dan sebagainya mereka bergoyang bersama. (Iskandar)












Komentar