Portalika.com [SOLO] – Guna memperingati Hari Gajah Sedunia yang jatuh pada 12 Agustus, Solo Safari, Solo, Jateng menggelar berbagai kegiatan. Solo Safari juga mengajak masyarakat tidak mengeksploitasi hewan istimewa yang terancam punah ini tapi justru melestarikannya dengan baik.
“Tuhan telah menciptakan makhluk yang luar biasa bernama gajah. Dan kita harus menyelamatkan mereka dari kepunahan,” ujar General Manager Solo Safari, Rio Mahendra dalam siaran pers, Senin, 12 Agustus 2024.
Menurut dia tujuan peringatan Hari Gajah Sedunia ini adalah untuk membangun lingkungan yang berkelanjutan di mana hewan tidak dieksploitasi tetapi dirawat. Karena itu Solo Safari sebagai destinasi wisata edukasi satwa dan konservasi satwa di Kota Surakarta, Jateng juga ikut memperingati Hari Gajah Sedunia yang merupakan acara internasional tahunan ini.
Baca juga: 17-An Solo Safari Gelar Family Fun Walk Challenge 2024
Kegiatan ini, kata Rio, juga untuk mempromosikan konservasi dan perlindungan gajah di seluruh dunia. Dia mengatakan pada hari yang penting ini, pihaknya memiliki kesempatan untuk menarik perhatian pada masalah-masalah yang dihadapi gajah.
Masalah-masalah itu seperti hilangnya habitat, perburuan gading, konflik antara manusia dan gajah dan perlunya peningkatan upaya konservasi. Pada hari tersebut Solo Safari menggelar serangkaian acara mengampanyekan untuk memelihara satwa gajah dengan berbagi stiker perayaan hari Gajah Sedunia kepada pengunjung di Solo Safari dan di exhibit gajah pada khususnya.
Juga terdapat pojok photo booth bernuansa gajah, edukasi gajah dengan narasi spesial Hari Gajah Sedunia dan berbagi doorprize bagi pengunjung yang bisa menjawab kuis saat acara edukasi presentasi satwa.
Saat ini, papar Rio, koleksi satwa gajah Solo Safari terdiri atas gajah Asia dari Pulau Sumatera bernama Dian, 41; Manohara, 15 dan Lulu, 10. Setiap hari mereka menginspirasi pengunjung yang hadir disaat jam pertunjukan edukasi gajah. Selamat Hari Gajah Sedunia 2024!” ujar dia.
Ulah Manusia
Lebih lanjut dia mengungkapkan gajah adalah mamalia darat terbesar. Hewan ini menghabiskan 16 jam dari waktunya hanya untuk makan. Namun sayangnya, populasi gajah semakin berkurang karena ulah manusia.
Hal lain yang dinilai memperparah berkurangnya populasi gajah akibat berkurangnya lahan untuk hidup hingga perburuan liar. Terkait itu World Elephant Day mengingatkan manusia untuk selalu bersama-sama menjaga lingkungan hidup dan mendukung balai konservasi dalam upaya pelestarian fauna istimewa ini.
“Ayo ajak keluarga, sahabat, teman, komunitas dan orang tercinta berwisata konsep edukasi satwa dan konservasi hanya di Solo Safari,” tegas Rio. (Iskandar)












Komentar