Hasthalaku: Delapan Perilaku, Sebagai Identitas Karakter Anak Muda Berwawasan Global Diaplikasikan Dengan Board Games

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Dalam pengajaran delapan perilaku nilai luhur budaya Jawa melalui board games ini digunakan untuk menyebut model pendekatan budaya dan perilaku yang dikembangkan oleh Solo Bersimfoni yang dilestarikan lewat sekolah adipangastuti di Solo agar generasi muda memiliki sikap toleran dan cinta damai.

Dalam pengajaran yang dilakukan ini yaitu menyampaikan materi hasthalaku dengan media permainan berbentuk ludo dadu yang dikenalkan kepada peserta didik di SDN Jatipurwo 2, Jatipurno, Wonogiri.

banner 300x250

Hasthalaku dan board games ini diikuti oleh siswa kelas V dan VI SDN Jatipurwo 2. Semua siswa mengikuti dengan antusias disaat penyampaian materi hasthalaku dan dalam mempraktekkan board games ludo hasthalaku.

Baca juga: Muda Mudi Jatipurno Dikenalkan Lembaga Bantuan Hukum

Perwakilan siswa secara bergantian turut mencoba board games ludo tersebut agar materi yang disampaikan tadi lebih mudah dicermati dan memudahkan saat praktek dilingkungan sosial.

Pada hari Jumat, 2 Agustus 2024, peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta (Unisri) Solo, kelompok 22 mengajarkan teknik bimbingan klasikal dengan menyampaikan materi hasthalaku kepada peserta didik kelas V dan VI SDN Jatipurwo 2, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.

Portalika.com/Ist

Kegiatan ini merupakan proker individu dari salah satu tugas KKN PPM Unisri kelompok 22, Siti Nur Aisyah Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unisri.

Ais menyampaikan sesuai dengan perkembangan zaman dan era saat ini, pembelajaran tentang norma perilaku dan adab juga harus terus dilestarikan dan di sebar luaskan dari usia muda agar terus melekat sampai tua nanti.

Media yang digunakan dalam bimbingan klasikal tema materi hasthalaku ini dikemas dengan media permainan semenarik mungkin agar siswa SD tidak jenuh setelah penyampaian materi.

“Dengan perkembangan zaman sekarang, perlahan luntur juga adab dan perilaku luhur budaya jawa jika tidak ada yang membantu menyebarluaskannya. Walaupun Kabupaten Wonogiri khususnya Desa Jatipurwo ini masih kental dengan budaya jawanya dan masyarakat muda maupun kaum tua masih bersikap sopan dan segan dengan orang lain yang dikenal maupun tidak dikenal, Hasthalaku tetap penting untuk di sebarluaskan agar masyarakat khususnya siswa SD kelas V dan VI selalu berpegang teguh dan selalu mengingat akan perilaku nilai-nilai luhur budaya jawa,” ucap Ais.

Portalika.com/Ist

Kegiatan bimbingan klasikal bertemakan hasthalaku ini dikemas secara verbal dan non verbal dan dilengkapi dengan board games ludo dadu sehingga meningkatkan pemahaman bagi peserta didik juga dapat mengintegrasikan antara materi pembelajaran dengan 8 nilai hasthalaku yang sudah disampaikan.

Nilai yang terdapat dalam Hasthalaku yaitu:

  1. Gotong royong adalah kerja sama
  2. Grapyak semanak adalah saling menyapa dan mudah akrab
  3. Guyub rukun adalah kebersamaan dan rukun
  4. Lembah manah adalah rendah hati
  5. Ewuh perkewuh adalah sikap sungkan atau rasa segan serta menjunjung tinggi rasa hormat. Cenderung menghadapkan orang yang lebih muda terhadap orang yang lebih tua.
  6. Pangerten adalah pengertian/peka terhadap kondisi sesama dilingkungan sosial bermasyarakat.
  7. Andhap ashor adalah moral, perilaku, tabiat, serta akhlak yang baik dan bijak (terpuji)
  8. Tepa selira adalah sikap toleransi

Dengan demikian peserta didik diharapkan menjadi generasi muda garda terdepan dalam membina kerukunan serta persatuan dan kesatuan dalam lingkup kecil maupun besar. (Heris)

Komentar