Portalika.com [SUKOHARJO] – Salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kelurahan Ngadirejo, Kabupaten Sukoharjo yang eksis dalam pembuatan kerupuk karak adalah UMKM Karak Werkudara.
UMKM ini memiliki produk karak yang sudah dipasarkan di berbagai kota di Jawa Tengah. Menurut penuturan Mrahanto selaku pemilik Ketua UMKM Karak Werkudara, dalam proses pembuatan karak masih sangat bergantung pada matahari sebagai sumber pengering utama.
Permasalahan muncul ketika musim hujan UMKM Karak tidak dapat berproduksi karena sumber pengering utamanya kurang memadai.
Baca juga: Dukung Seni Dan Ekonomi Lokal, KKN Undip Rancang TPI Baru Dan Pengalihfungsian TPI Lama
Oleh karena itu, Tim Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Wahid Hasyim yang diketuai oleh Dr Hari Susanta Nugraha, SSos, MSi melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi mencoba mengimplementasikan Teknologi Tepat Guna berupa pengering karak menggunakan Gasolec sebagai solusi produksi ketika musim hujan.
Pembuatan pengering alat menggunakan alumunium dengan sumber Gasolec sebagai alat pengering utamanya. Desain alat yang dilakukan dalam program ini yaitu berbentuk balok oven, bentuk dari model kontruksi penjemur karak dipilih supaya panas dari gasolec yang masuk pada ruang oven dapat tersebar secara merata dengan kontruksi alumunium yang dapat menyimpan panas.
Sehingga karak dapat kering secara merata dan cepat dan maksimal. Dengan model oven dan sirkulasi udara yang dibuat sehingga tidak membuat karak menjamur. (Triantotus)












Komentar