Pemuda Muhammadiyah Solo Gelar Uji Publik Calon Walikota Dan Wakil Walikota Surakarta

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta sukses menggelar uji publik Pasangan Calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Surakarta periode 2025-2030. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Mohammad Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin kemarin menghadirkan dua paslon dalam sesi berbeda.

Ketua Panitia, Moh Indra Bangsawan, SH, MH menjelaskan tujuan kegiatan ini jelas, yaitu menghadirkan peran Pemuda Muhammadiyah untuk turut aktif dalam menjalankan prinsip-prinsip politik kebangsaan melalui forum edukatif.

banner 300x250

Forum ini diharapkan dapat membantu masyarakat menentukan pilihan berdasarkan apa yang ditawarkan para paslon (pasangan calon). Dengan demikian, kami menjalankan peran sebagai pemuda yang bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: Pasangan Teguh-Bambang Nomor 1, Respati-Astrid Nomor 2

“Alhamdulillah kami telah menyelesaikan uji publik calon Walikota dan Wakil Walikota Surakarta, yang dilaksanakan pagi tadi dengan paslon 1 dan malam ini dengan paslon 2,” jelasnya.

Indra Bangsawan menambahkan formula uji publik terpisah antara paslon 1 dan paslon 2 agar waktu dan konsentrasi setiap paslon dapat dioptimalkan dalam menanggapi pertanyaan dari panelis.

Paslon Walkot Dan Wawalkot Solo, Teguh Prasetyo dan Bambang Nugroho (Gage) di acara uji publik PDPM Solo. (Portalika.com/Aryanto)

Dengan demikian, para hadirin dapat mendengarkan paparan secara utuh tanpa terbatasi oleh sesi tanya-jawab yang saling tumpang tindih. Setiap paslon juga diberikan kebebasan untuk menyampaikan gagasan mereka demi membangun Kota Surakarta.

Uji publik sesi pertama digelar pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Paslon 1 Teguh Prasetyo dan Bambang Nugroho (Gage) hadir pada sesi tersebut. Para Guru Besar UMS turut hadir dalam uji publik sebagai panelis.

Panelis akan menanyakan tentang pandangan paslon terhadap isu demokrasi, pendidikan, ekonomi dan kebudayaan. Prof Dr Aidul Fitriaciada Azhari, SH, MHum menanyakan tentang demokrasi dan pemerintah daerah.

Prof Dr M Farid Wajdi, SE, MM menanyakan pemberdayaan ekonomi lokal. Pendidikan inklusif ditanyakan Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif, MSi dan Kebudayaan oleh Kyai Kusen, SAg, MA, PhD.

Sesi pertama, paslon nomor urut 1 Teguh Prakosa-Bambang Nugroho (Gage) menyampaikan orasi visi misinya. Ia berjanji mewujudkan Solo sebagai kota yang maju, nyaman, sejahtera dan berbudaya jika terpilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 27 November mendatang.

“Pendidikan merupakan kunci masa depan kota Surakarta yang lebih baik. Kota Surakarta dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan yang cukup maju,” jelasnya.

Paslon Walkot Dan Wawalkot Solo, Respati Ardi dan Astrid Widayani di acara uji publik PDPM Solo. (Portalika.com/Aryanto)

Sesi kedua uji publik, menghadirkan pasangan calon nomor urut 2 Respati Ardi dan Astrid Widayani. Sesi kedua digelar pada pukul 19.30 WIB sampai jam 22.00 WIB. Prof Dr Aidul Fitriaciada Azhari, menanyakan tentang demokrasi dan pemerintah daerah.

Khafid Sirotuddin menanyakan pemberdayaan ekonomi lokal. Pendidikan Inklusif ditanyakan oleh Prof Dr Sabar Narimo, MM, MPd dan  Kebudayaan oleh Kusen, SAg, MA, PhD.

Saat kesempatan pemaparan visi misi, Respati Ardi menyampaikan program PASTI yang merupakan singkatan dari Respati dan Astrid. Program tersebut meliputi Pasti Sehat, Pasti Pintar, Pasti Kerja, Pasti Muda, dan Pasti Mendunia.

Pasti Sehat meliputi posyandu plus, insentif bagi kader PKK dan Posyandu, mewujudkan lingkungan sehat dan puskesmas plus. Pasti pintar meliputi bea siswa pendidikan dan insentif bagi guru dan penamping PAUD.

Pasti kerja meliputi rumah siap kerja, UMKM Center, dan insentif dan asuransi RT/RW. Pasti Muda meliputi reaktivasi ruang publik, modernisasi taman kota, dan dukungan bagi program karang taruna dan forum. Pasti mendunia terkait dengan event dan investasi serta diplomasi budaya internasional.

“Terkait dengan pendidikan, kita akan menghapus zonasi dan memberlakukan kembali NEM. Sekolah harus menciptakan kompetisi agar menghasilkan generasi yang cerdas dan berkualitas. Kita akan membuat UMKM Center. Event-event sering dihadirkan di Solo sehingga UMKM laris,” kata Respati Ardi.

Respasti Ardi mengapresiasi gelaran uji publik yang digelar Pemuda Muhammadiyah. Menurutnya dalam uji publik kali ini ia mendapatkan masukan atau insight dari keluarga besar Muhammadiyah.

Bagaimana ke depan menyampaikan pesan-pesan yang ada di Muhammadiyah untuk menciptakan kebijakan yang baik demi kemaslahatan umat dan masyarakat Kota Surakarta.

“Saya merasa lebih dihargai, sangat senang dan memperoleh masukan-masukan luar biasa hari ini. Harapan yang disampaikan oleh keluarga besar Muhammadiyah dapat kita wujudkan demi kebermanfaatan bagi masyarakat Kota Surakarta,” jelasnya. (Aryanto/*)

Komentar