Patroli Gabungan Tiga Sesi Per Hari Dilakukan Selama Ramadan

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Personel TNI Polri bersama pegawai Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar patroli skala besar untuk menjaga kondusifitas wilayah. Apel gabungan kegiatan cipta kondisi ini berlangsung di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Kamis, 27 Februari 2025 malam, melibatkan ratusan personel dari TNI, Polri, dan Satpol PP.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menyampaikan kegiatan apel dan patroli ini dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

banner 300x250

“Apel gabungan ini diikuti oleh 150 personel di Alun-Alun Sukoharjo, dan juga dilaksanakan di seluruh kecamatan. Seluruh Kapolsek, Danramil, serta pemerintah kecamatan kami perintahkan untuk melaksanakan apel serupa. Tujuan utama kami adalah menciptakan suasana yang nyaman dan aman bagi masyarakat selama Ramadan,” kata AKBP Anggaito, Kamis.

Baca juga: Patroli Antisipasi Balap Liar, Pagar Sosial Sedulur Sak Lawase Polres Sukoharjo

Lebih lanjut AKBP Anggaito menyatakan Sukoharjo memiliki karakter sosial yang kompleks, sehingga diperlukan pendekatan kepada berbagai kelompok masyarakat untuk menjaga kondusifitas. Ia juga menjelaskan patroli akan dilakukan dalam tiga sesi setiap hari selama Ramadan.

Portalika.com/Eka

“Patroli akan dimulai pagi hingga siang. Lalu setelah buka puasa hingga pukul 12.00 malam, kemudian dilanjutkan dengan blue patrol dari pukul 12.00 hingga pukul 03.00 atau 04.00 subuh. Ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gesekan sosial saat tradisi membangunkan sahur berlangsung,” tambahnya.

Senada, Komandan Kodim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Supri Siswanto, mengungkapkan apel gabungan di Alun-Alun Sukoharjo melibatkan ratusan personel, sementara di 12 kecamatan lainnya apel juga dilaksanakan oleh jajaran Kapolsek dan Danramil secara serentak.

“Kami bersama Polres Sukoharjo telah berkolaborasi untuk melakukan patroli selama 24 jam penuh guna memastikan keamanan masyarakat. Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga ketertiban di wilayah Sukoharjo,” ujarnya.

Selain pengamanan oleh aparat, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga telah mengambil langkah preventif terkait aktivitas ekonomi dan sosial selama Ramadan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukoharjo, Widodo, menyatakan pihaknya telah mengimbau pengusaha hiburan agar menutup operasional selama Ramadan.

“Warung makan boleh tetap buka siang hari, namun harus tersamarkan dengan tirai agar tidak terlalu mencolok. Selain itu, pusat hiburan dilarang beroperasi selama tujuh hari pertama Ramadan dan tujuh hari menjelang Idul Fitri. Jika ada yang melanggar, akan diberikan peringatan dan penertiban,” tegasnya. (Triantotus)

Komentar